Pemerintahan Trump Sebut China Tukang Manipulasi Mata Uang
Selasa, 06 Agu 2019 14:22 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjuluki China sebagai "manipulator mata uang" pada Senin (5/8). Julukan mereka berikan setelah Bank Rakyat China (PBOC) membiarkan mata uang mereka terus melemah.Pemberian julukan tersebut dilakukan beberapa jam setelah Trump menuduh Beijing mendepresiasi mata uangnya. Trump menambahkan kebijakan yang diambil PBOC telah ditujukan untuk menghancurkan bisnis dan pabrik AS.
"Juga untuk merusak pekerjaan kami, menekan upah pekerja kami dan merusak harga petani kami. Tidak lagi," katanya seperti dikutip dari CNN, Selasa (6/8).
Sementara, PBOC dalam sebuah pernyataan mereka mengatakan mereka memiliki kewenangan dan kendali yang cukup besar untuk mempengaruhi pergerakan yuan. Mereka menyatakan akan terus mengambil kebijakan yang diperlukan di pasar valuta asing demi menjaga kondisi ekonomi China.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS menyatakan tindakan China tersebut telah melanggar komitmen dan kesepakatan antara sesama negara anggota G-20. Mereka mengharapkan China untuk mematuhi komitmen yang telah dibuat.
Undang-undang AS menetapkan tiga kriteria untuk mengidentifikasi sebuah negara telah melakukan manipulasi mata uang. Pertama, surplus neraca berjalan global yang material, surplus perdagangan bilateral yang signifikan dengan Amerika Serikat, dan intervensi satu arah yang terus-menerus di pasar valuta asing.
Setelah menentukan bahwa suatu negara adalah manipulator, Departemen Keuangan diharuskan untuk melakukan pembicaraan khusus yang bertujuan memperbaiki mata uang yang undervalued.
Sebelum China, Departemen Keuangan AS telah menetapkan Taiwan dan Korea Selatan sebagai manipulator mata uang. Penetapan dilakukan pada 1988, tahun ketika Kongres memberlakukan hukum peninjauan mata uang.
Penetapan juga pernah dilakukan terhadap China pada 1994 lalu.
ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
Rupiah Longsor ke Rp17.410 per Dolar AS Pagi Ini
Ekonomi • 2 jam yang laluPurbaya Incar Windfall Tax dari Nikel
Ekonomi • 3 jam yang laluHarga Emas Antam Merosot Rp35 Ribu ke Rp2,760 Juta Per Gram
Ekonomi • 1 jam yang laluImpor Bahan Baku Plastik Turun 14,96 Persen pada Maret 2026
Ekonomi • 1 jam yang laluHarga Minyak Turun ke US$113,77 Usai Melesat 6 Persen Kemarin
Ekonomi • 37 menit yang laluLAINNYA DARI DETIKNETWORK