Pemerintah Cuma Gelontorkan Rp93 T untuk Ibu Kota Baru

CNN Indonesia | Selasa, 06/08/2019 14:43 WIB
Pemerintah Cuma Gelontorkan Rp93 T untuk Ibu Kota Baru Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan negara hanya akan menggelontorkan Rp93 triliun untuk ibu kota baru.(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memastikan hanya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp93 triliun untuk membangun ibu kota baru di Pulau Kalimantan. Jumlah tersebut akan berasal dari alokasi APBN tahun berjalan alias multiyears.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro usai mendapat arahan langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala negara memberikan arahan di rapat terbatas yang digelar di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (6/8).

Asumsi penggunaan APBN sebesar Rp93 triliun ini sejatinya jauh lebih rendah dari proyeksi awal yang sempat dipaparkan Bappenas pada Mei lalu. Kala itu, Bappenas memperkirakan pemerintah perlu menyiapkan anggaran mencapai Rp174,5 triliun sampai Rp251,5 triliun untuk pembangunan ibu kota baru.


Menurutnya, asumsi itu bisa menyusut karena pemerintah ingin memaksimalkan kucuran anggaran dari Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Selain itu, pemerintah juga akan gencar menggalang kerja sama anggaran antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan pihak swasta.

"Kami ingin menegaskan kalau APBN tidak akan terganggu gara-gara bangun ibu kota baru. Uang dari APBN itu sumbernya," tuturnya usai rapat bersama Jokowi.

Lebih lanjut, mantan menteri keuangan itu mengatakan penggunaan uang negara sebanyak Rp93 triliun akan mulai diambil dari APBN 2020. Sebab, persiapan pembangunan ibu kota baru, seperti penyediaan lahan rencananya akan dimulai pada tahun depan.

"Ini multiyears, ada mulai 2020 sebagai tahap awal, seperti land clearing dan penyiapan infrastruktur dasar," katanya.

Sebelumnya, Deputi Pengembangan Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rudy S. Prawiradinata merinci setidaknya ada dua skenario estimasi sumbangan dana dari swasta yang diharapkan pemerintah.
[Gambas:Video CNN]
Pertama, bila kebutuhan dana mencapai Rp466 triliun, maka pemerintah akan menyiapkan anggaran sekitar Rp251,5 triliun atau setara 53,96 persen dari total kebutuhan dana. Sisanya, sekitar Rp214,5 triliun didapat dari pihak swasta.

Kedua, bila kebutuhan dana lebih sedikit, yaitu sekitar Rp323 triliun, maka pemerintah akan merogoh 'kocek' sekitar Rp174,5 triliun atau 54,02 persen dari total kebutuhan anggaran. Sisanya, sekitar Rp148,5 triliun dipenuhi oleh swasta.

Estimasi kebutuhan anggaran pembangunan ibu kota baru berasal dari perhitungan kebutuhan anggaran pembangunan gedung legislatif, eksekutif, dan yudikatif senilai Rp20 triliun sampai Rp32,7 triliun.

Ketiga, anggaran untuk pembangunan gedung Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta fasilitas pendidikan dan kesehatan Rp182,2 triliun sampai Rp265,1 triliun. Lalu, kebutuhan untuk pembangunan sarana dan prasarana penunjang sekitar Rp114,8 triliun sampai Rp160,2 triliun. Selanjutnya, anggaran pengadaan lahan sebesar Rp6 triliun sampai Rp8 triliun.

(uli/agt)