Ia menjelaskan stabilitas sistem keuangan perlu dijaga agar roda perekonomian bisa tetap berputar walaupun saat yang sama ekonomi global tertekan. Penjagaan tersebut salah satunya akan dilakukan dengan memastikan bahwa sumber likuiditas bagi bank dan perusahaan terjamin.
Jaminan likuiditas tersebut diperlukan agar industri tetap bisa bergerak dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, sistem keuangan yang stabil diperlukan sebagai bantalan ketika tekanan ekonomi global melambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, ia menekankan BI akan terus berada di pasar dalam rangka memastikan terciptanya stabilitas sistem keuangan. Lebih lanjut, stabilitas sistem keuangan juga akan diupayakan dengan memperkuat koordinasi dengan sejumlah lembaga-lembaga terkait.
[Gambas:Video CNN]
Misalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga pemerintah. Selain menjaga kestabilan sistem keuangan, Destry memastikan bank sentral nasional akan terus menjaga kestabilan inflasi. Kestabilan tersebut akan diciptakan dengan selalu menjaga pergerakan harga bahan pangan yang berpengaruh ke 'hajat hidup orang banyak'.
Supaya kestabilan harga tersebut bisa dijaga, BI akan terus memperkuat koordinasi pengendalian inflasi dengan berbagai lembaga yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).
"Kami harap dengan masuknya BI dalam TPIP dan TPID, bisa berkontribusi ke stabilitas harga. Sebab masalah inflasi atau stabilitas harga bukan hanya fenomena moneter, tapi sektor riil juga," terangnya.