Mandiri Berdayakan Generasi Masa Depan Lewat Inovasi Bisnis

Advertorial, CNN Indonesia | Kamis, 15/08/2019 00:00 WIB
Mandiri Berdayakan Generasi Masa Depan Lewat Inovasi Bisnis Wakil Presiden RI Jusuf Kalla Menjadi Keynote Speaker di Mandiri Beyond Wealth (Foto: Dok. Bank Mandiri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesatnya pertumbuhan teknologi informasi di Indonesia membuat perubahan yang signifikan dalam pola hidup masyarakat, tak terkecuali aktivitas berbisnis. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kemajuan berbagai perusahaan termasuk industri perbankan. Oleh karena itu, setiap perusahaan atau korporasi harus terus memberikan inovasi agar memiliki daya saing yang tinggi dan meningkatkan nilai tersendiri sehingga diterima oleh masyarakat.

Hal serupa dikatakan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada acara Mandiri Beyond Wealth yang diselenggarakan di Ballroom The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (7/8/2019) lalu. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini telah mengatur pola dan gaya hidup seseorang. Tanpa penanaman teknologi dalam berbisnis, industri perbankan akan mengalami kemunduran dan kehilangan nilai sehingga ditinggalkan oleh masyarakat.

"Perubahan ini tentu mengubah gaya, mengubah perbankan, mengubah sistem yang mana harus kita ikuti. Kalau tidak kita ikuti maka akan terjadi sebuah kemunduran," ujar JK.


"Dengan perubahan pola bisnis tersebut pelaku usaha tidak lagi mengutamakan keuntungan tetapi lebih kepada nilai (value) daripada perusahaan tersebut. Sebut saja, beberapa perusahaan teknologi yang masih merugi namun secara nilai terus bertumbuh," imbuhnya.

Melihat fenomena tersebut, Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengajak para nasabahnya terkhusus High Net Worth Individuals (HNWI) untuk memanfaatkan inovasi berbasis teknologi sebagai dampak dari fenomena digital disruption.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan hasil kajian sejumlah lembaga riset internasional seperti survey MIT Sloan Management pada 2017 yang mendapati bahwa perusahaan yang mendapatkan 50% pendapatan berasal dari ekosistem digital mencapai pertumbuhan hingga 32% lebih tinggi dan margin laba 27% lebih tinggi dibandingkan perusahaan-perusahaan biasa.

"Disrupsi digital merupakan suatu fenomena yang tidak dapat dihindari. Namun dengan penggunaan inovasi teknologi yang tepat, produktivitas, efektivitas, dan efisiensi dapat semakin meningkat dan dapat dijadikan sebagai salah satu competitive advantage suatu perusahaan," kata Hery.

Bank Mandiri kini tengah menyiapkan diri untuk membangun ekosistem digital untuk para nasabahnya. Hal ini akan membantu nasabah dalam pengelolaan keuangan pribadi, sebagai salah satu nilai atau value yang diberikan kepada nasabah.

"Salah satu inovasi teknologi yang sedang dibangun Bank Mandiri adalah platform digital wealth sebagai media yang memungkinkan nasabah HNWI melakukan investasi langsung, seperti membeli reksadana ataupun obligasi. Targetnya, platform ini akan diperkenalkan pada 2020 mendatang," ungkapnya.
Peluncuran Kartu Kredit Prioritas (Foto: Dok. CNN Indonesia)
Di samping itu, untuk memberikan apresiasi dan mengajak nasabah untuk saling menginspirasi dalam membangun bisnis, Bank Mandiri mengenalkan produk kartu kredit terbarunya yaitu Mandiri Kartu Kredit Prioritas sebagai bagian yang tak terpisahkan dari fasilitas eksklusif untuk nasabah utama Bank Mandiri. Hal ini dilakukan untuk terus menumbuhkan bisnis di segmen konsumer dan memberikan fasilitas dan benefit paling lengkap bagi nasabah HNWI.

Hery menjelaskan bisnis kartu kredit saat ini menjadi salah satu mesin motor penggerak utama segmen konsumer yang diandalkan menjadi sumber pendapatan perseroan.  Hal ini terlihat dari nilai pembiayaan dari bisnis kartu kredit yang mencapai Rp12,4 triliun pada akhir Juni 2019 lalu, meningkat 18% dari tahun sebelumnya. Nilai tersebut setara dengan 14% dari total kredit segmen konsumer yang disalurkan sebesar Rp87,3 triliun.

"Meski persaingan semakin ketat, potensi bisnis kartu kredit ini masih cukup besar karena pola belanja konsumen di Indonesia semakin merujuk pada prinsip kepraktisan, yang menjauhi pola belanja konvensional secara tunai. Apalagi, kesadaran masyarakat akan manfaat kartu kredit juga semakin baik," terangnya.

Sementara itu, Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan  dengan kartu kredit ini, nasabah prioritas Bank Mandiri dapat menikmati berbagai privileges sesuai dengan citra dan lifestyle-nya di seluruh dunia. Layanan priority travel experience memberikan kemudahan dalam mengelola bisnis dan investasi selagi travelling dengan akses airport lounge dan complimentary wifi di seluruh dunia.

"Untuk kenyamanan bertransaksi, Mandiri Kartu Kredit Prioritas juga menyediakan priority shopping experience dengan exclusive preview dari berbagai brand ternama serta 6x fiestapoin setiap bertransaksi di luar negeri," imbuhnya.

Selain itu tersedia pula akses ke lapangan golf dan pengalaman dining di berbagai restoran ternama dunia serta layanan concierge dalam priority leisure experience.

"Bahkan pemilik kartu kredit ini mendapatkan welcome bonus setelah melakukan transaksi pertama sebesar Rp1,5 juta untuk pembelian gadget dan fashion terkini. Ini adalah salah satu fitur eksklusif dari kartu kredit terbaru ini," kata Donsuwan.

Melalui Mandiri Kartu Kredit Prioritas ini, tambah Donsuwan, pihaknya menargetkan dapat menambah pertumbuhan sales volume kartu kredit di atas 15% hingga akhir tahun ini. (adv/adv)