"Kami menunggu kajian-kajian berkaitan dengan biaya dari semuanya," katanya, Kamis (22/8).
Evaluasi itu, lanjutnya, menjadi acuan bagi pemerintah untuk menyelesaikan problematika tiket pesawat. Ia bilang berdasarkan hasil analisis sementara yang dilakukan oleh Analis Kebijakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lim Chi Wei, terdapat lima faktor dalam struktur tarif yang akan dievaluasi, termasuk di antaranya avtur dan sewa pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:BI Pangkas Bunga Acuan ke Level 5,5 Persen |
Perseroan pun akhirnya memangkas harga avtur sebesar Rp250 per liter, yakni dari sebelumnya Rp8.210 per liter menjadi Rp7.960 per liter pada Sabtu (16/1) silam.
Selain mendatangkan pemasok baru, Budi menyatakan alternatif lain mendorong efisiensi avtur adalah memproduksi avtur berbahan sawit. Ini sejalan dengan keinginan Jokowi yang disampaikan saat pidato di sidang tahunan DPR MPR, Jumat (16/8) lalu.
"Jadi secara substansial biaya-biaya ini dibahas," tuturnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan pemerintah akan menerbitkan kebijakan baru penerbangan murah bulan depan.
Kebijakan harga tiket pesawat berbiaya rendah (Low Cost Carrier/LCC) baru tersebut nantinya akan menggantikan diskon 50 persen bagi 30 persen penumpang di jam-jam tertentu pada Selasa, Kamis, dan Sabtu (happy hour).
[Gambas:Video CNN]
Ia mengatakan Menko Perekonomian Darmin Nasution akan menggelar rapat koordinasi untuk menindaklanjuti rumusan tim teknis pekan depan.
"Sebulan ini kami harap sudah ada kebijakan baru. Selama ini kami memang mengeluarkan dua kebijakan penerbangan murah, pada Mei dan Juli kemarin. Tapi itu kan jangka pendek, nah kebijakan ini nantinya bersifat jangka panjang," jelas Susiwijono.