Deputi Bidang Jasa Keuangan, Jasa Konstruksi dan Jasa Lain Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan pihaknya telah menyelesaikan kajian terkait penunjukan holding BUMN asuransi. Menurutnya, induk holding diubah lantaran Bahana dianggap lebih mumpuni ketimbang Jasa Raharja.
"Kajian hari ini sudah selesai. Jasa Raharja kan asuransi sosial. Kalau kami ingin melakukan akuisisi dan segala macam lebih bagus Bahana. Jasa Raharja kan asuransi yang sumbangan wajib, biar fokus saja di sana," ungkap Gatot, Jumat (30/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekadar mengumpulkan perusahaan-perusahaan, baik BUMN, anak BUMN, dan cucu BUMN dalam satu holding, tapi tidak ada semangat melakukan konsolidasi, maka holding tidak akan terlalu bermanfaat," ujar Isa.
Ia mengakui pemerintah kembali melakukan kajian terhadap penunjukan Jasa Raharja sebagai induk BUMN asuransi sebelumnya. Hal ini lantaran perusahaan selama ini selama ini terbatas pada lini asuransi wajib (mandatory), seperti asuransi kecelakaan saat berlalu lintas.
"Bayangkan Jasa Raharja yang biasanya mengurusi asuransi wajib, sekarang urus aspek-aspek anak perusahaan, tentang korporasi. Ini memerlukan pemikiran yang mendalam. Apakah ini cocok?" pungkas Isa.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)