Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos Andi Dulung mengatakan untuk membereskan permasalahan data tersebut, Kemensos akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).
"Masih ada PR (pekerjaan rumah) 16,2 juta. Kemarin kami sudah cek terus dengan Dukcapil, tinggal ada 10 juta dengan Dukcapil yang masih belum clear (bersih) NIK-nya dan ini terus kami perbaiki," katanya, Senin (2/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah yang pelan-pelan yang tidak masuk daftar terpadu pelan-pelan kami keluarkan dan non aktifkan. Lalu kami masukkan yang masuk dalam daftar terpadu, namun sampai sekarang belum menikmati fasilitas kesehatan," imbuhnya.
Lalu bulan depan rencananya Kemensos kembali memasukkan 2 juta anggota PBI baru untuk menggantikan anggota yang telah dinonaktifkan sebelumnya.
[Gambas:Video CNN]
Ia menargetkan permasalahan data tersebut bisa diselesaikan tahun ini. Di sisi lain, ia bilang Kemensos menyiapkan langkah mitigasi jika ditemukan anggota BPJS Kesehatan yang dinonaktifkan ternyata masih layak mendapatkan fasilitas PBI.
"Maka ini dimungkinkan masuk kembali asal dilaporkan kembali jadi anggota PBI," kata Andi.
Sementara itu, Anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun menyayangkan basis data peserta BPJS Kesehatan yang bermasalah. Ia meminta pemerintah dan BPJS Kesehatan untuk segera menyelesaikan masalah ini.
"Basis data ada masalah, penentuan biaya ada masalah, apalagi pelayanannya," tandasnya. (ulf/bir)