Merger Tuntas, Danamon Segera Tunjuk Dirut Baru

CNN Indonesia | Selasa, 03/09/2019 12:55 WIB
Merger Tuntas, Danamon Segera Tunjuk Dirut Baru Ilustrasi Danamon Indonesia. (Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Danamon Indonesia Tbk telah menuntaskan penggabungan usaha (merger) operasional dengan PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP). Usai aksi korporasi itu, perseroan akan melakukan pergantian Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) pada 1 Oktober 2019 mendatang.

Head of External Affairs Abraham Sihaloho mengatakan Direktur Utama Bank Danamon Sng Seow Wah akan pensiun pada 1 Oktober 2019. Selanjutnya, posisi Sng Seow Wah bakal digantikan oleh Yasushi Itagaki.

Ia menuturkan Itagaki memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam perbankan korporasi dan perbankan investasi. Ia pernah berkarir di bank terbesar di Jepang, Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG)


"Selama di MUFG, Itagaki telah merancang dan membuat strategi jaringan perbankan komersial di Asia Tenggara dan juga memainkan peranan penting dalam pembentukan kemitraan strategis MUFG dengan Bank Danamon. Selain dengan Krungsri di Thailand, Security Bank di Philippines, dan Vietin Bank di Vietnam," kata Abraham dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (2/9).


Lebih lanjut, Itagaki bergabung dengan dengan Bank Danamon sebagai Direktur Global Alliance Strategy pada 2018. Ia diklaim memiliki peranan penting dalam mewujudkan kolaborasi strategis antara Bank Danamon dan MUFG, baik dalam bisnis maupun praktek manajemen.

Komisaris Utama Bank Danamon Takayoshi Futae menambahkan penunjukan Direktur Utama baru akan mendorong kinerja yang lebih dinamis dan berkelanjutan Bank Danamon ke depan.

"Bank Danamon memiliki jajaran manajemen yang sangat berpengalaman dan telah menunjukkan keunggulannya selama bertahun-tahun dengan pertumbuhan, profitabilitas, kualitas aset, dan kekuatan modal yang kuat," tuturnya.


Perubahan jabatan Direktur Utama Bank Danamon ini menunggu persetujuan otoritas terkait. Perggantian Direktur Utama juga menunggu izin pemegang saham pada RUPS LB yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 2019.

Untuk diketahui MUFG sebagai pemilik saham akan menggabungkan operasional Bank Danamon dengan Bank Nusantara Parahyangan.

Institusi keuangan asal Jepang itu telah meningkatkan kepemilikan sahamnya pada Bank Danamon. Mengutip RTI Infokom, saat ini MUFG menggenggam 94.10 persen saham Bank Danamon. Sedangkan sisanya sebesar 5,89 persen dimiliki publik.
(ulf/lav)