Bank BTPN Geser Dua Pemain Lawas Masuk Daftar 10 Bank Besar

CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 17:07 WIB
Bank BTPN Geser Dua Pemain Lawas Masuk Daftar 10 Bank Besar Ilustrasi. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank BTPN Tbk masuk dalam daftar 10 besar perbankan nasional, setelah perusahaan menjalani aksi penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) dengan Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

SMBC, bank asal Jepang, yang semula merupakan pemegang saham BTPN kini menggenggam mayoritas 97,34 persen saham Bank BTPN pasca-merger.

Berdasarkan data perseroan, peleburan BTPN dan SMBC menghasilkan total aset Rp189,92 triliun per Desember 2018. Sedangkan total kredit menjadi Rp133,25 triliun dengan porsi sama besar alias fifty-fifty antara BTPN dan SMBC.


"Setelah merger, berdasarkan data aset Desember 2018, BTPN masuk 10 besar bank nasional," ujar Direktur Utama BTPN Ongki Winadjati Dana dalam pertemuan media, Kamis (31/1).


Berdasarkan data keuangan per September 2018, bank nasional dengan aset tertinggi kini masih disematkan pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan total aset mencapai Rp1.125 triliun. Di peringkat kedua ada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan jumlah aset Rp1.017 triliun, dan urutan ketiga diduduki PT Bank Central Asia Tbk dengan aset Rp783 triliun.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berada di urutan keempat dengan nilai aset Rp712 triliun dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di peringkat kelima dengan total aset Rp272 triliun.

Bank asal Malaysia, PT Bank CIMB Niaga Tbk menempati peringkat keenam dengan aset Rp259 triliun. Melihat laporan keuangan yang dipublikasikan, PT Bank Pan Indonesia (Panin Bank) yang memiliki aset Rp186 triliun.

Ini artinya, Bank BTPN menggeser turun posisi Panin Bank dari urutan ketujuh menjadi ke-8. Sedangkan sisanya, PT Bank OCBC NISP beraset Rp163 triliun dan Bank Maybank Indonesia memiliki aset Rp157 triiiun.

Artinya lagi, PT Bank Permata Tbk yang beraset Rp155 Triliun dan Bank PT Bank Danamon Indonesia Tbk dengan aset Rp152 triliun keluar dari peringkat 10 besar perbankan nasional.

Namun, jangan lupa, Bank Danamon juga tengah melebur usahanya dengan Bank Nusantara Parahyangan. Aset Bank Danamon berpotensi membengkak jika aksi korporasinya berjalan seperti yang direncanakan.

Bank BTPN Berambisi Masuk Daftar 10 Besar Bank NasionalInfografis aset bank yang pernah menduduki peringkat 10 terbesar perbankan nasional. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi).

Kinerja Keuangan Sehat

Ke depan, BTPN mengaku berambisi untuk menjadi salah satu bank dengan modal inti BUKU IV paling tidak pada akhir tahun kedua setelah merger. Untuk memuluskan ambisi tersebut, Bank BTPN berpotensi menahan aksi pembagian dividen guna menambah modal inti pada tahun mendatang.

Diketahui, modal inti Bank BTPN melesat tinggi menjadi Rp27,81 triliun, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) konsolidasi 22,9 persen, pasca-merger.

Adapun, rasio kredit bermasalah bruto (Gross Non-Performing Loan/NPL) 0,7 persen dengan rasio likuiditas (Loan to Funding Ratio/LFR) 86 persen.


Pendapatan operasional perusahaan pascalebur tercatat mencapai Rp12,08 triliun dengan biaya operasional Rp6,41 triliun. Dengan demikian, perseroan meraup laba bersih Rp2,96 triliun. (lav/bir)