Buntut Kecelakaan di Tol, Menhub Minta Operator Tambah Rambu

CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 06:00 WIB
Buntut Kecelakaan di Tol, Menhub Minta Operator Tambah Rambu Kecelakaan di Tol Cipularang. (ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta PT Jasa Marga (Persero) selaku operator Jalan Tol Cipularang untuk menambah rambu-rambu keselamatan di jalan yang mereka kelola. Permintaan disampaikan menyusul kecelakaan beruntun di KM 91 pada Senin (2/9).

"Saya minta pengelola jalan tol memberikan suatu syarat-syarat, rambu-rambu, peringatan yang lebih tegas dan jelas sehingga aturan mainnya jelas," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (3/9).

Kecelakaan maut terjadi di Tol Purbaleunyi pada Senin (2/9) kemarin. Sekitar 21 kendaraan dengan berbagai jenis mengalami tabrakan beruntun di Kilometer 91 arah Jakarta pada pukul 13.00 kemarin. 


Imbas kecelakaan tersebut, delapan orang meninggal dunia dan 28 lainnya luka-luka. Budi mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, kecelakaan dipicu dua faktor.

Pertama, pelanggaran ketentuan kecepatan. Kedua, pelanggaran muatan kendaraan. Atas faktor itulah, ia mengatakan penambahan rambu-rambu diperlukan.

"Khusus di sana (Cipularang) operator mungkin bisa pakai lampu-lampu, mungkin pakai suara, mungkin ada yang jaga," jelasnya.

Menurut Budi, kecelakaan di Jalan Tol Cipularang sudah terjadi berulang-ulang. Karenanya, ia menduga ada yang salah.

"Jadi memang pengelola jalan tol harus melakukan suatu upaya tertentu dalam hal pengawasan atau memberikan peringatan di tempat-tempat itu," katanya

Lebih lanjut, saat ini, Budi telah menugaskan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengevaluasi aspek geometrik jalan tol bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
[Gambas:Video CNN] (sfr/agt)