Kemenkeu Minta Masyarakat Waspada Penipuan Lelang Bodong

CNN Indonesia | Kamis, 05/09/2019 10:22 WIB
Kemenkeu Minta Masyarakat Waspada Penipuan Lelang Bodong Ilustrasi lelang. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap upaya penipuan lelang fiktif yang mengatasnamakan mereka dan/atau Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

"Sekarang ini, banyak modus yang melakukan penipuan," ujar Direktur Lelang DJKN Lukman Effendi di kantornya, Rabu (4/9).

Seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini, penipuan lelang fiktif telah memakan korban. Pada Juli lalu, Bareskrim Mabes Polri menangkap enam pelaku penipuan lelang fiktif yang mengatasnamakan DJKN dan/atau KPKNL.


Korbannya mencapai 28 orang. DJKN telah mengidentifikasi ciri-ciri dan modus yang digunakan pelaku penipuan lelang. Modus tersebut antara lain aktif menghubungi korban, mengaku dari KPKNL atau instansi lain, menawarkan harga murah yang tak wajar, dan meminta uang muka (down payment) yang ditransfer ke rekening pribadi.

Selain itu, pelaku juga menjanjikan menang lelang kepada korban, mendesak segera mentransfer uang dengan besaran tertentu, dan menggunakan akun media sosial palsu untuk menawarkan barang.

Padahal, Lukman menegaskan pelaksanaan lelang dilakukan melalui situs web resmi lelang.go.id, tidak ada yang melalui telepon, media sosial, pesan singkat atau aplikasi lain.

"Kalau ingin melakukan pengecekan lelang gampang tinggal klik portal lelang.go.id. Ada atau tidak? Kalau tidak ada berarti penipuan," jelasnya.

Harga lelang terbentuk dari penawaran tertinggi yang disampaikan peserta lelang, tidak disepakati sejak awal. Artinya, tidak ada satu pun pejabat atau pegawai DJKN dapat menjamin kemenangan.

[Gambas:Video CNN]
Selain itu, DJKN juga tidak pernah meminta uang muka. "Di sistem kami, sebenarnya, tidak tahu siapa yang membeli dan siapa saja yang menawar. Sistem kami tertutup," ujarnya.

Pelaksanaan lelang melalui KPKNL sendiri merupakan salah satu sumber Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Jenis lelang dapat berupa lelang eksekusi maupun sukarela.

Tahun ini, DJKN menargetkan bisa meraup PNBP sekitar Rp600 miliar dari lelang atau meningkat 55,84 persen dari realisasi tahun lalu, Rp385 miliar. Kemudian, nilai bersih lelang atau jumlah aset yang terjual ditargetkan mencapai Rp27 triliun atau naik 45,9 persen dari tahun lalu, Rp18,5 triliun.

Adapun sepanjang paruh pertama tahuninirealisasiPNBP dari lelang baru mencapai Rp233 miliar atau 38,8 persen dari target.
(sfr/agt)