Luhut Sebut Jokowi Buat Kriteria Tinggi Pilih Menteri Ekonomi

CNN Indonesia | Rabu, 11/09/2019 10:15 WIB
Luhut Sebut Jokowi Buat Kriteria Tinggi Pilih Menteri Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan menggunakan prinsip coba-coba dalam memilih jajaran menteri di Kabinet Kerja Jilid II.

Menurut dia, Kepala Negara bahkan memasang kriteria tinggi, yaitu menteri yang mampu menghadapi tantangan di tengah tekanan ekonomi global. Ia mengatakan Jokowi akan mengutamakan tokoh-tokoh yang mampu mengatasi dampak tekanan ekonomi global karena tengah menjadi tantangan utama bagi kelangsungan perekonomian Indonesia.

Terlebih, angin ketidakpastian masih cukup besar. Selain itu, sambungnya, Jokowi disebut tak akan melancarkan jurus coba-coba dalam memilih para pembantunya. Hal ini berbeda pula dengan penentuan menteri Kabinet Kerja Jilid I.

"Saya kira presiden melihat global ekonomi seperti sekarang, pastilah beliau pilih orang yang mampu beradaptasi atau mengimplementasikan dengan cepat untuk sikapi global ekonomi sekarang. Yang pasti, beliau tidak akan coba-coba," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/9).

Kendati begitu, Luhut enggan menanggapi potensi keterlibatannya di Kabinet Kerja Jilid II. "Kau tanya saja presiden. Saya terserah presiden. Presiden sudah pasti menimbang di mana paling cocok," katanya.

Isu jajaran menteri Kabinet Kerja Jilid II santer di kalangan publik sejak Jokowi resmi menjadi presiden terpilih untuk periode 2019-2024. Kepala negara sendiri sempat mengumbar beberapa kriteria tokoh yang diliriknya untuk dijadikan menteri.

Salah satunya, menteri akan berasal dari generasi muda, bahkan yang masih berusia sekitar 25-30 tahun. "Menteri ada yang usianya 25, di bawah 30, dan di bawah 35 tahun," katanya beberapa waktu lalu.

Selain menteri dari kalangan generasi muda, Jokowi juga memastikan bakal memberikan porsi menteri perempuan seperti jumlah menteri perempuan yang ada saat ini. "Menteri perempuan jumlahnya bisa sama dengan sekarang," tuturnya.

[Gambas:Video CNN]


(uli/lav)