Geser China, Pengusaha Rangkul Kadin AS Genjot Ekspor

CNN Indonesia | Jumat, 13/09/2019 18:55 WIB
Geser China, Pengusaha Rangkul Kadin AS Genjot Ekspor Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengusaha lokal dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Amerika Serikat (AS) atau U.S Chamber of Commerce bakal bekerja sama secara business to business (b to b) untuk menggenjot ekspor produk lokal ke AS. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan peluang dari perang dagang antara AS-China.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyatakan pembicaraan ini sudah dibicarakan sejak dua bulan lalu. Menurutnya, asosiasi pengusaha dan Kadin AS akan mengeksekusi kerja sama pada Oktober 2019 mendatang.

"Jadi Kadin AS kerja sama dengan asosiasi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan impor di AS. Dalam enam bulan ke depan harus sudah dimulai (ekspornya)," ucap Luhut, Jumat (13/9).


Sejauh ini, Luhut menyebut pemerintah dan pelaku usaha belum menargetkan nilai ekspor yang akan didapat dari kerja sama tersebut. Pasalnya, hal itu masih akan dibicarakan lebih lanjut.

"Mereka (Kadin AS) bilang peraturan di Indonesia masih belum ramah tetapi saya bilang sekarang kan ada jalan," terang dia.

Secara terpisah, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan upaya ini dilakukan guna menggantikan posisi China yang biasanya banyak melakukan ekspor ke AS. Saat ini, asosiasi pengusaha di Indonesia dan Kadin AS masih menentukan berapa dan apa saja komoditas yang dibutuhkan oleh Negeri Paman Sam itu.

"Kami ingin menggantikan peranan China sebagian, ini kan besar sekali yang dia (AS) perlukan. Nah ini yang kami mau gantikan," tutur Sofyan.

Hal ini juga sebagai bentuk respons pengusaha terhadap perang dagang antara AS dengan China. Sofyan menyebut kesempatan untuk Indonesia menggenjot ekspor ke AS terbuka lebar.

"Komoditasnya macam-macam, mulai dari tekstil, sepatu, dan macam-macam," ucapnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani mengatakan pengusaha lokal dan Kadin AS akan membentuk komite dan sekretariat bersama untuk mengurus operasional ekspor. Kedua pihak berkomitmen untuk mengurusnya secara bersama.

"Jadi sekretariat bersama adalah suatu komite bersama yang kami lakukan untuk menjembatani semua kesempatan dan komunikasi dari sebagai produsen dan mereka sebagai pembeli," ucap Hariyadi.

Ia mengungkapkan asosiasi pengusaha akan fokus mengincar sejumlah perusahaan ritel di AS, seperti Walmart. Sejumlah produk yang berpotensi untuk diekspor, yakni tekstil, sepatu, perabotan, serta makanan dan minuman (mamin).

[Gambas:Video CNN]

Untuk tahap pertama, Kadin AS akan mengunjungi Indonesia pada Oktober mendatang untuk melihat langsung produksi di dalam negeri. Setelah itu, proses ekspor diharapkan bisa dimulai dalam waktu enam bulan ke depan.

"Untuk target (ekspor) belum tahu, karena belum tahu akan berapa komoditas yang dikirim,"pungkasnya. (aud/sfr)