Hal itu disampaikan gabungan advokat yang terdiri dari delapan pakar hukum yakni Indra Rusmi, Johan Imanuel, Hema Anggiat Marojahan Simanjuntak, Gunawan Liman, Nikita Kesumadewy, Kemal Hersanti, Herman, dan Joe Ricardo di dalam surat yang dikirim ke Kemenhub.
Di dalam surat tersebut, gabungan advokat tersebut mendesak Kemenhub menjelaskan komponen tarif angkutan udara agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada perincian yang spesifik dan detail mengenai komponen dasar kenaikan tarif tersebut. Oleh karena itu perlu klarifikasi dan transparansi terhadap ketetapan kenaikan tarif tersebut," tulis gabungan advokat tersebut melalui surat yang dikutip Jumat (13/9).
Hanya saja, di dalam kondisi yang terjadi belakangan ini, para advokat memandang Kemenhub tak pernah menjelaskan apa saja dari empat komponen tersebut yang membuat tarif pesawat melambung.
Transparansi ini dibutuhkan agar sesuai juga dengan rekomendasi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) bahwa besaran tarif harus wajar mempertimbangkan biaya operasi, pelayanan, unsur-unsur lain dengan keuntungan yang wajar dengan mempertimbangkan tarif yang dikenakan oleh perusahaan penerbangan yang lain.
"Keterbukaan dalam menyampaikan informasi juga mengandung arti bahwa informasi yang disampaikan harus lengkap, benar, dan tepat waktu kepada semua pemangku kepentingan. Tidak boleh ada hal-hal yang dirahasiakan, disembunyikan, ditutup-tutupi, atau ditunda-tunda pengungkapannya," pungkas surat tersebut.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)