Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merincikan alokasi terbesar digunakan untuk pengembangan kawasan Borobudur sebesar Rp1,28 triliun. Mayoritas dana tersebut digunakan untuk pengembangan jalur kereta api, antara lain pembangunan jalur kereta Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo, kereta bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA)-Kulonprogo, serta elektrifikasi kereta api Yogyakarta-Solo.
Khusus untuk kereta bandara YIA-Kulonprogo, ia menuturkan jalur kereta yang tersedia baru sampai di Stasiun Wojo, sehingga penumpang harus berpindah moda untuk melanjutkan perjalanan ke bandara YIA. Oleh sebab itu, ia akan mengebut pembangunan jalur tersebut dan ditargetkan selesai pada Desember 2020.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, untuk pengembangan wisata Labuan Bajo, Kemenhub menyiapkan dana sebesar Rp292,7 miliar. Uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan terminal penumpang dan dermaga, pembebasan lahan untuk perluasan landas pacu, subsidi operasional angkutan antar moda, serta integrasi ankutan jalan.
Selain Kementerian Perhubungan, pengembangan empat destinasi wisata prioritas ini juga melibatkan enam kementerian dan lembaga (K/L) lainnya. Terdiri dari Kementerian Pariwisata, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).
Untuk diketahui, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, Kemenhub mendapatkan jatah sebesar Rp42,67 triliun naik Rp1,12 triliun dari anggaran 2019 sebesar Rp41,55 triliun. Namun demikian, angkanya jauh dari pagu kebutuhan yang mencapai Rp87,84 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Oleh sebab itu, Kemenhub akan mengupayakan pemenuhan anggaran sesuai dengan pagu kebutuhan dalam pembahasan Rancangan Undang-undang APBN 2020. Hal tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
"Kami berusaha memaksimalkan anggaran. Dengan pertumbuhan angaran yang tidak besar kami belum bisa melaksanakan semua (program), tetapi kami prioritaskan di tempat-tempat tertentu," tandasnya. (ulf/bir)