Kemenhub Guyur Rp2,55 T untuk 4 Destinasi Wisata

CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 15:38 WIB
Kemenhub Guyur Rp2,55 T untuk 4 Destinasi Wisata Ilustrasi pengembangan destinasi wisata Danau Toba. (Dok. Biro Pers Sekretriat Presiden/Kris).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,55 triliun dari pagu RAPBN 2020 untuk pengembangan empat destinasi wisata prioritas. Yaitu, Borobudur, Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merincikan alokasi terbesar digunakan untuk pengembangan kawasan Borobudur sebesar Rp1,28 triliun. Mayoritas dana tersebut digunakan untuk pengembangan jalur kereta api, antara lain pembangunan jalur kereta Solo Balapan-Bandara Adi Soemarmo, kereta bandara Yogyakarta Internasional Airport (YIA)-Kulonprogo, serta elektrifikasi kereta api Yogyakarta-Solo.

Khusus untuk kereta bandara YIA-Kulonprogo, ia menuturkan jalur kereta yang tersedia baru sampai di Stasiun Wojo, sehingga penumpang harus berpindah moda untuk melanjutkan perjalanan ke bandara YIA. Oleh sebab itu, ia akan mengebut pembangunan jalur tersebut dan ditargetkan selesai pada Desember 2020.


"Nanti pada Desember 2020 dari Kulonprogo ke Stasiun Tugu hanya 30 menit," katanya, Selasa (3/9).

Selanjutnya, Kemenhub akan mengalokasikan dana sebesar Rp954,8 miliar untuk pengembangan wisata di Danau Toba. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan pelabuhan danau, pengembangan kapal penyeberangan, dan bus air, termasuk subsidi operasional angkutan antar moda.

"Kami juga menyiapkan anggaran untuk pembuatan runway tahap I Bandara Sibisa," imbuh dia.

Sementara, untuk pengembangan wisata Labuan Bajo, Kemenhub menyiapkan dana sebesar Rp292,7 miliar. Uang tersebut akan digunakan untuk pembangunan terminal penumpang dan dermaga, pembebasan lahan untuk perluasan landas pacu, subsidi operasional angkutan antar moda, serta integrasi ankutan jalan.

Sedangkan untuk kawasan pariwisata Mandalika Kemenhub menyiapkan anggaran sebesar Rp19,4 miliar.

Selain Kementerian Perhubungan, pengembangan empat destinasi wisata prioritas ini juga melibatkan enam kementerian dan lembaga (K/L) lainnya. Terdiri dari Kementerian Pariwisata, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Untuk diketahui, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, Kemenhub mendapatkan jatah sebesar Rp42,67 triliun naik Rp1,12 triliun dari anggaran 2019 sebesar Rp41,55 triliun. Namun demikian, angkanya jauh dari pagu kebutuhan yang mencapai Rp87,84 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Oleh sebab itu, Kemenhub akan mengupayakan pemenuhan anggaran sesuai dengan pagu kebutuhan dalam pembahasan Rancangan Undang-undang APBN 2020. Hal tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kami berusaha memaksimalkan anggaran. Dengan pertumbuhan angaran yang tidak besar kami belum bisa melaksanakan semua (program), tetapi kami prioritaskan di tempat-tempat tertentu," tandasnya. (ulf/bir)