Harga Minyak Melandai, Rupiah Kokoh ke Rp14.075 per Dolar AS

CNN Indonesia | Rabu, 18/09/2019 09:17 WIB
Harga Minyak Melandai, Rupiah Kokoh ke Rp14.075 per Dolar AS Ilustrasi rupiah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.075 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Rabu (18/9) pagi. Posisi ini menguat 0,18 persen dibanding perdagangan Selasa (17/9) sore yakni Rp14.100 per dolar AS.

Pagi hari ini, pergerakan mata uang utama Asia bervariasi terhadap dolar AS. Terdapat mata uang yang menguat seperti baht Thailand sebesar 0,03 persen, won Korea Selatan sebesar 0,1 persen, dan peso Filipina sebesar 0,18 persen.

Kemudian, terdapat pula mata uang uang melemah seperti dolar Hong Kong sebesar 0,05 persen, dolar Singapura 0,07 persen, dan yen Jepang sebesar 0,07 persen.


Mata uang negara maju melemah terhadap dolar AS. Euro melemah 0,06 persen, poundsterling Inggris melemah 0,1 persen, dan dolar Australia melemah 0,16 persen.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah sempat melemah. lantaran kenaikan harga minyak mentah sebagai imbas dari serangan ke fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi.

Bagi Indonesia, sentimen kenaikan harga minyak mentah sangat berdampak ke defisit transaksi berjalan karena mempengaruhi cadangan devisa. Adapun, cadangan devisa merupakan amunisi bagi bank sentral untuk melakukan intervensi di pasar valas.

Namun, kini harga minyak mentah telah melandai. Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent terkoreksi US$4,47 atau 6,5 persen menjadi US$64,55 per barel. Sementara, harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) melemah US$3,56 atau 5,7 persen menjadi US$59,34 per barel.

Ini terjadi setelah Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menuturkan kerajaan telah memulihkan pasokan dengan menyedot persediaan atas kehilangan produksi minyak 5,7 juta barel per hari.

Hanya saja, rupiah masih dibayangi kemungkinan pelemahan setelah pelaku pasar memprediksi bank sentral AS The Fed tidak akan melonggarkan kebijakan moneternya di rapat komite pasar federal terbuka (FOMC) yang dimulai hari ini.

Mengutip CME Fedwatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan AS sebesar 25 basis poin pada rapat The Fed 18 September adalah 65,8 persen atau turun jauh dibandingkan posisi sepekan lalu yaitu 94,6 persen.

"Jadi pada hari ini, ada sentimen kemungkinan The Fed yang tidak menurunkan suku bunga. Sehingga, rupiah pada hari ini berada dalam rentang Rp14.050 hingga Rp14.140 per dolar AS," jelasnya, Rabu (18/9).

[Gambas:Video CNN] (glh/lav)