Direktur Astra Internasional Suparno Jasmin enggan berkomentar tentang perkembangan rencana divestasi tersebut.
"Saya tidak bisa komentar akan hal itu," katanya, Jumat (20/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar divestasi oleh Standard Chartered Bank sebenarnya sudah berhembus sejak 2015 saat kinerja bank tersebut mulai menurun. Namun, hal tersebut beberapa kali dibantah oleh Standard Chartered Bank.
[Gambas:Video CNN]
Rencana Standard Chartered Bank disambut baik oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank pelat merah itu sempat melakukan penjajakan dengan Bank Permata. Namun, belakangan rencana tersebut dikabarkan tak berlanjut.
Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sempat mengatakan bahwa proses sudah berlangsung pada tahapan due diligence (proses uji tuntas) dengan seluruh pemegang saham Bank Permata.
"Kalau cocok harganya jalan, kalau tidak ya tidak juga. Namanya negosiasi orang melakukan jual beli kan bisa cocok bisa tidak," terangnya, April lalu.