Astra Belum Mau Buka Suara Soal Divestasi Saham Bank Permata

CNN Indonesia | Sabtu, 21/09/2019 04:46 WIB
Astra Belum Mau Buka Suara Soal Divestasi Saham Bank Permata Ilustrasi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Astra Internasional Tbk (ASII) masih bungkam terkait rencana pelepasan (divestasi) saham PT Bank Permata Tbk (BNLI). Rencana tersebut sudah bergulir sejak Februari silam.

Direktur Astra Internasional Suparno Jasmin enggan berkomentar tentang perkembangan rencana divestasi tersebut.

"Saya tidak bisa komentar akan hal itu," katanya, Jumat (20/9).


Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah mengaku menyerahkan urusan akuisisi tersebut kepada pemegang saham. Ia menyatakan akan fokus pada perbaikan kinerja perusahaan.

"Saya tugasnya membereskan bank ini, membuat bank ini makin cantik. Kalau mau ada apa, urusan pemegang saham," katanya.

Rencana divestasi saham Bank Permata mencuat ketika Standard Chartered Bank berencana melepas 44,56 persen sahamnya. Selain Standard Chartered Bank, Astra International tercatat memiliki 44,56 persen saham perusahaan dengan kode BNLI itu. Sisanya, sebanyak 10,88 persen beredar di publik.

Kabar divestasi oleh Standard Chartered Bank sebenarnya sudah berhembus sejak 2015 saat kinerja bank tersebut mulai menurun. Namun, hal tersebut beberapa kali dibantah oleh Standard Chartered Bank.

[Gambas:Video CNN]
Rencana Standard Chartered Bank disambut baik oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Bank pelat merah itu sempat melakukan penjajakan dengan Bank Permata. Namun, belakangan rencana tersebut dikabarkan tak berlanjut.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo sempat mengatakan bahwa proses sudah berlangsung pada tahapan due diligence (proses uji tuntas) dengan seluruh pemegang saham Bank Permata.

"Kalau cocok harganya jalan, kalau tidak ya tidak juga. Namanya negosiasi orang melakukan jual beli kan bisa cocok bisa tidak," terangnya, April lalu.

(ulf/agt)