"Mengingat semakin besarnya kompleksitas dan ketidakpastian peraturan federal, negara bagian, dan lokal mengenai rokok elektronik, kami berencana untuk menghentikan penjualan produk nikotin elektronik di semua Walmart dan Sam's Club AS. Kami akan menyelesaikannya setelah menjual seluruh inventaris rokok elektronik yang ada," tulis perusahaan melalui pernyataan resmi yang dilansir CNN (20/9).
Keputusan Walmart bisa mempengaruhi toko-toko lain dan jadi tanda kemunduran industri rokok alternatif termasuk vape. Padahal industri vape saat ini sebenarnya mengalami pertumbuhan pesat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah Walmart sendiri untuk 'undur diri' dari arena perdagangan rokok elektronik menyusul semakin banyaknya negara bagian di AS yang melarang produk tersebut.
Minggu lalu, Presiden Donald Trump berkata Badan Makanan dan Obat AS (FDA) bakal memberikan 'rekomendasi keras' terkait penggunaan rokok elektronik beraroma.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Dinas kesehatan Missouri menyebut delapan orang di AS meninggal karena penyakit paru yang dikaitkan dengan vape, terakhir pada Kamis lalu.
Menurut Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS, hingga Selasa (17/9), sudah ada 530 kasus yang terkonfirmasi dan terduga berkaitan dengan rokok elektronik. Peningkatan jumlah kasus cukup signifikan karena pada Rabu (11/9), 'hanya' ada sebanyak 380 kasus. Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit, FDA, serta dinas kesehatan setempat terus melakukan investigasi. (els/stu)