"Saya kira, (sekarang), tinggal pekerjaan-pekerjaan kecil," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Munir Ahmad, Kamis (26/9).
Rencananya, pengoperasian proyek yang merupakan bagian dari megaproyek 35 ribu MW itu akan dilakukan sekitar Mei-Juni 2020. Pengoperasiannya akan dilakukan secara bertahap. Pertama, 1x1.000 MW lalu pada November 2020 akan dioperasikan 1x1.000 MW sisanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek ini dikerjakan oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI), yang merupakan anak usaha PT Adaro Energy Tbk, sebagai kontraktor pelaksana. Dalam hal ini, BPI menanggung sekitar 20 persen dari total kebutuhan investasi. Sementara itu, sisanya disediakan oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar US$1,92 miliar (48 persen dari biaya investasi) dan konsorsium bank sebesar US$1,28 miliar (32 persen dari nilai investasi).
Proyek ini digadang-gadang sebagai proyek KPBU Listrik terbesar di Asia, dengan kapasitas sebesar 2 x 1.000 megawatt (MW). Proyek ini juga diklaim lebih efisien karena menggunakan teknologi ultrasuper critical yang mampu menekan penggunaan bahan bakar.
[Gambas:Video CNN] (uli/sfr)