Ikuti Tren Global, Harga Acuan Ekspor Tambang Oktober Turun

CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 18:22 WIB
Ikuti Tren Global, Harga Acuan Ekspor Tambang Oktober Turun Ilustrasi nikel. (REUTERS/Yusuf Ahmad).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sebagian besar harga patokan ekspor (HPE) komoditas pertambangan turun pada Oktober 2019. Penurunan tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74 Tahun 2019 tentang Penetapan HPE atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar yang diterbitkan pada 25 September 2019.

"HPE beberapa produk pertambangan mengalami kenaikan maupun penurunan yang disebabkan adanya fluktuasi harga internasional. Produk konsentrat timbal, konsentrat ilmenit, dan nikel yang mengalami kenaikan," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/9).

Indrasari menerangkan sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, nikel, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.


Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, nikel, dan bauksit bersumber dari London Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya antara lain konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) dengan harga rata-rata US$2.353,35/WE atau turun sebesar 0,37 persen; konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen dan ≤ 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata US$74,94/WE, turun 19,08 persen; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata US$38,29/WE atau merosot 19,08 persen.

Kemudian, penurunan juga terjadi untuk konsentrat mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata-rata US$246,44/WE atau turun 10,50 persen; konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata US$572,54/WE atau turun sebesar 2,06 persen; konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata US$44,75/WE atau melandai 19,08 persen.

Lalu, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata US$922,51/WE, melorot 2,13 persen; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata US$23,61/WE atau turun 0,69 persen.

[Gambas:Video CNN]
Sebaliknya, kenaikan harga rata rata pada periode Oktober 2019 terjadi pada konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata US$850,43/WE atau naik sebesar 1,77 persen; konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata USD 235,42/WE atau naik sebesar 9,34 persen; dan nikel (Ni < 1,7 persen) dengan harga rata-rata US$24,86/WE atau naik sebesar 14,97 persen.

Sementara itu, harga pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga rata-rata US$117,98/WE tidak mengalami perubahan.

Lebih lanjut, Wisnu menyatakan penetapan HPE periode Oktober 2019 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait.

(hns/sfr)