Konstruksi Bendungan Landongi Capai 76 Persen

Hutama Karya, CNN Indonesia | Minggu, 29/09/2019 23:07 WIB
Konstruksi Bendungan Landongi Capai 76 Persen PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) bersama-sama dengan PT Bumi Karsa terus mengebut pembangunan Bendungan Ladongi. (Dok. Hutama Karya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Proses konstruksi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu Bendungan Landongi saat ini telah mencapai 76 persen dan ditargetkan rampung pada tahun 2020 mendatang.

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) dan PT Bumi Karsa sebagai konstruktor saat ini terus mengebut pembangunan bendungan yang berlokasi di Kecamatan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tersebut.

Pengerjaan mega proyek yang menelan dana Rp 844 Miliar ini telah memasuki tahap pengaliran sungai. Hal ini ditandai dengan kegiatan pengelakan sungai (River Divertion) pada Jumat (27/9) lalu.


Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi memuji kemajuan serta kelancaran pembangunan proyek KSO Hutama Karya dan Bumi Karsa ini.

"Kami mengapresiasi kinerja Hutama Karya dan Bumi Karsa dalam pembangunan proyek ini. Kami berharap, proyek ini dapat segera selesai on time karena dapat berdampak pada peningkatan potensi agrobisnis di wilayah Kolaka Timur dimana secara geografis wilayah ini memiliki potensi yang baik untuk hal tersebut. Muaranya adalah tentu untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Ali menjelaskan.

Ditemui di sela-sela kegiatan, GM Depkon II Hutama Karya, Andung Damar Sasongko menyatakan bahwa selain dapat menahan aliran Sungai Ladongi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal, bendungan setinggi 66 meter ini juga dapat menampung air dengan kapasitas hingga 45 juta meter kubik daya tampung.

"Dengan dilakukan pengelakan, maka air sungai dapat mengalir melalui saluran pengelak sehingga tubuh bendung dapat dimulai dan dikerjakan konstruksinya. Dengan begitu proyek dengan kebutuhan lahan 236 hektar dapat terus dikebut pengerjaannya. Nah, nantinya tempat tersebut dapat mengairi areal sawah dengan layanan irigasi seluas 3.604 hektare secara berkelanjutan sehingga diharapkan produktivitas lahan pertanian meningkat. Manfaatnya, daerah dengan mayoritas petani tersebut bisa mendapat keuntungan lebih besar dalam satu tahun," ujar Andung.

Saat ini sawah-sawah di sekitar Bedungan Ladongi dapat memproduksi 22.120 ton padi per tahun. Jika Bendungan Ladongi beroperaso nanti, maka ditargetkan air yang dialirkan dapat membantu peningkatan produksi padi menjadi 54.060 ton per tahun.

"Selain dapat dinikmati petani, Bendungan Ladongi juga akan menjadi sumber air baku sebesar 0,12 m3 per detik, pembangkit energi listrik sebesar 1,3 MW serta mereduksi banjir sebesar 132,25 m3 per detik. Selain itu, kawasan Bendungan Ladongi juga diperkirakan dapat membuka potensi sektor wisata baru di daerah Sulawesi Tenggara khususnya Kolaka Timur," ucap Andung.

Kegiatan River Divertion ini ditutup dengan penekanan tombol sirine oleh Gubernur Sultra, Dirjen SDA Kementerian PUPR, Hari Suprayogi , Bupati Kolaka Timur, Kepala Balai Wilayah Sungai IV Kendari, serta GM Depkon II Hutama Karya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Hari Suprayogi; Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi; Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah; dan Kepala Pusat Bendungan Ni Made Sumiarsih; dan dari Hutama Karya, General Manager (GM) Departemen Konstruksi (Depkon) II, Andung Damar Sasongko. (vws)