Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad memastikan perusahaan akan berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di ibu kota baru nantinya.
"Pasti kami akan terlibat karena memang kami institusi terdepan dalam mendorong pembiayaan infrastruktur untuk mengurangi ketergantungan terhadap APBN," ujar Edwin seperti dikutip dari Antara, Jumat (11/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ia tidak bisa memastikan apakah bantuan pembiayaan tersebut digunakan sebagai modal awal persiapan ibu kota baru. Pasalnya, penentuan lokasi baru diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun ini.
Saat ini, perseroan, di bawah Kementerian Keuangan, masih memantau tahapan perencanaan pembangunan ibu kota baru. Ia juga menyebut belum ada rencana pembiayaan pembangunan infrastruktur di kawasan ibu kota baru yang akan direalisasikan perusahaan dalam waktu dekat.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, calon ibu kota baru rencananya akan dibangun di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan kebutuhan anggaran untuk pembangunan ibu kota baru mencapai Rp466 triliun.
Sekitar 19 persen di antaranya akan ditanggung oleh APBN. Sementara sisanya berasal dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan investasi langsung swasta.