Pagi ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Tercatat, baht Thailand melemah 0,04 persen, dolar Singapura 0,03 persen, yen Jepang Filipina 0,02 persen dan yuan China 0,16 persen.
Namun, juga terdapat penguatan mata uang negara di Asia terhadap dolar AS. Seperti yang dialami oleh ringgit Malaysia sebesar 0,13 persen, dan won Korea 0,06 persen, serta peso Filipina 0,13 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar mulai berpikir adanya pelambatan ekonomi di AS, dan ini berpotensi memicu pemangkasan suku bunga acuan Bank Sentral AS sekali lagi tahun ini," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/10).
Lebih lanjut, ia mengatakan pasar masih mengkhawatirkan persetujuan kesepakatan parsial yang sudah dicapai pekan lalu antara AS dan Tiongkok.
[Gambas:Video CNN]
"Ini mungkin bisa menahan laju pelemahan dolar AS," ungkapnya.
Ariston menyebut rupiah berpotensi bergerak lebih ke bawah dengan kisaran Rp14.120 sampai dengan Rp14.190 per dolar AS pada hari ini.