Hal itu tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) antara perseroan dengan PT PLN (Persero) tentang Kerja Sama Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai pada Rabu (16/10) kemarin.
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menyatakan penandatanganan tersebut menegaskan dukungan perseroan terhadap kendaraan listrik. Sebagai proyek pertama (pilot project), SPKLU disediakan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kendaraan bermotor listrik yang sudah dioperasikan di Bandara Soekarno-Hatta adalah taksi listrik Tesla dan BYD milik Blue Bird. Kendaraan listrik lainnya di bandara terbesar di Indonesia ini adalah Skytrain, Segway, skuter listrik, baggage towing tractor, dan bus listrik untuk di dalam kawasan bandara.
Lebih lanjut, pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pembahasan detail dengan seluruh pihak penandatanganan MoU akan dilakukan maksimal dalam waktu 1 bulan.
"Jangan sampai konsumen sudah membeli mobil listrik tapi kesulitan untuk charging (isi ulang baterai)," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (sfr)