Jelang Pelantikan Presiden, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman

CNN Indonesia | Minggu, 20/10/2019 12:40 WIB
Jelang Pelantikan Presiden, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik aman menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024, Minggu (20/10). Hal itu dilakukan dengan menambah pasokan cadangan dan memastikan sumber pasokan dalam posisi siaga.

"Kami sangat concern (perhatian) untuk acara ini, dan dari jauh hari sudah mempersiapkan simulasi dan kemungkinan agar acara pelantikan berjalan lancar dengan suplai listrik yang handal," ujar Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani, dikutip dari keterangan resmi, Jumat (20/10).

Sebelumnya, perseroan berkoordinasi dengan Kantor Staf Presiden dan Sekretariat DPR/MPR, terkait kesiapan pasokan listrik di Istana & Gedung DPR/MPR. Hal ini dilakukan sejak seminggu jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 - 2024. 


Untuk Gedung DPR/MPR, sambung ia, listrik dipasok dari berbagai sumber dengan cadangan hingga empat tingkat, juga tersedia genset. Kemudian, transfer antara pasokan utama ke cadangan dipasang Automatic Change Over (ACO) dengan waktu pindah dalam milidetik perkiraan kapasitas sekitar 7,9 MVA.

Selain itu, Sripeni juga melakukan inspeksi mendadak  di lapangan untuk memastikan pengaturan operasi, kesiapan pasokan dan jaringan transmisi.

Selain memberikan listrik dari berbagai sumber pasokan, PLN juga menyiapkan cadangan pasokan dari 10 unit captive power dengan total daya 6,3 MVA yang turut disiagakan jelang pelantikan.

"Kami telah menyiapkan berbagai skenario backup 4 lapis untuk menjaga keandalan listrik sehingga acara pelantikan dapat berjalan dengan lancar. Kami juga menyiagakan tim khusus yang bertugas sejak H-2, hingga H+1," jelasnya.

Dalam hal ini, perusahaan telah menambah petugas operator yang melaksanakan tugasnya di GITET dan Gardu Induk Tegangan Tinggi, dispatcher 20kV dan Pusat Pengendali mulai 18 - 21 Oktober 2019.

Kemudian, menginstruksikan kepada General Manager UID Jakarta, UID Banten pada tanggal 20 Oktober 2019 untuk memantau distpatcher agar bila terjadi hal yang dikehendaki dapat diputuskan segera sekaligus mengkoordinasikan dengan Unit Transmisi , P2B dan Unit Pembangkit.

Perusahaan juga menyiapkan PLTD Senayan pada tanggal 20 Oktober 2019 dalam operasi siaga panas agar sewaktu-waktu dibutuhkan untuk memasok listrik di Gedung Senayan siap.

Lebih lanjut, pasokan listrik ke hotel-hotel tempat para pimpinan negara, tamu atau delegasi negara juga diamankan.

"Jika dibutuhkan, kami juga telah menyiapkan backup lapis ke-5, yaitu PLTD Senayan yang siap dioperasikan. Selain Gedung DPR/MPR, berbagai lokasi prioritas lain dalam acara ini, seperti hotel tempat menginap tamu negara, bandara, rumah sakit, kantor media, juga kami perkuat pasokan listriknya," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN] (sfr/sfr)