Luhut, Ahli Perang Yang Jadi Ujung Tombak Investasi

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 08:54 WIB
Luhut, Ahli Perang Yang Jadi Ujung Tombak Investasi Luhut Panjaitan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Jokowi memutuskan untuk menunjuk Luhut Binsar Panjaitan menjadi menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi pada Kabinet Indonesia Maju.

"Saya kira terobosan-terobosan dalam rangka Indonesia poros maritim dunia, menangani hambatan investasi dan merealisasikan komitmen-komitmen investasi besar berada di tangan beliau (Luhut)," kata Jokowi di Istana Negara, Rabu (23/10).

Luhut memiliki latar belakang militer. Pada 1967, ia masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) bagian darat. Tiga tahun kemudian meraih predikat sebagai lulusan terbaik.


Bisa dibilang, Luhut banyak menghabiskan karir militernya di Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD). Ia pernah menjadi Komandan pertama Detasemen 81, Komandan Grup 3 Kopassus, Komandan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif), serta Komandan Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI AD.

Setelah itu, Presiden BJ Habibie mengangkat Luhut sebagai Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Singapura pada 1999 silam. Presiden RI ketiga ini menganggap Luhut ahli dalam melakukan diplomasi, sehingga mampu memperbaiki hubungan dengan negara lain yang kurang harmonis.

Selanjutnya, Luhut ditarik dari Singapura untuk kembali ke Indonesia oleh Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia didapuk menjadi Menteri Perdagangan dan Industri RI selama 2000-2001.

Karirnya di pemerintahan semakin cemerlang. Pada masa Presiden Joko Widodo (Jokowi), Luhut ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia.

Satu tahun selanjutnya, Jokowi melantik Luhut sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan. Kemudian, jabatan Luhut kembali dipindah pada 2016 ke Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk menggantikan Rizal Ramli.

Anak pertama dari lima bersaudara ini tak hanya menapaki karir sebagai prajurit dan pejabat pemerintahan. Ia juga berkecimpung sebagai pengusaha di sektor batu bara.

Ia mengempit saham sebesar 9,99 persen di PT Toba Bara Sejahtera Tbk. Mengutip RTI Infokom, Luhut memegang saham tersebut melalui PT Toba Sejahtera.

Dari segi pendidikan, pria kelahiran Toba Samosir pada 28 September 1947 ini sempat tinggal di Bandung dan bersekolah di SMA Penabur. Ia menjadi salah satu orang yang mendirikan Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI) yang mengumpulkan pelajar dan mahasiswa menentang orde lama dan PKI.

Saat menemui Jokowi kemarin sore, ia telah mendapatkan arahan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan investasi, terutama terkait komoditas petrochemical, B20, dan B30. Dengan demikian, impor minyak dan gas (Migas) bisa berkurang.

"Tadi saya lapor B20 sudah mampu mengurangi 20 persen impor energi. Kalau kita setia, dalam dua sampai tiga tahun ke depan, kita akan mengurangi impor energi dengan signifikan," ungkap Luhut kemarin.

[Gambas:Video CNN] (aud/agt)