Keduanya kini berada di Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Jokowi menunjuk Sri Mulyani untuk kembali menjadi bendahara di kabinet guna mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara Prabowo ditunjuk untuk menduduki kursi Menteri Pertahanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk diketahui, Prabowo sebelumnya kerap melempar kritik kepada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Bahkan, kritik itu juga kerap menyasar ke Sri Mulyani lantaran menjadi pengelolaan keuangan negara di era pemerintahan periode pertama Jokowi.
Wacana gagasan itu disampaikan Prabowo pada Januari lalu, ketika masa kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia melempar wacana itu lantaran tersadar akan jumlah utang Indonesia yang kian menumpuk.
Kritik itu pun kemudian dibalas Sri Mulyani melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah curahan hati alias curhat melalui tulisan dan foto. Intinya, dalam unggahan itu, Sri Mulyani ingin menekankan bahwa ia mau tidak mau menarik utang demi pembangunan nasional.
Namun, utang itu tidak pernah menjadi sia-sia. Sebab, hasil nyata bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
"Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang. Kami menyelesaikan Ribuan kilometer jalan raya, tol, jembatan Untuk rakyat, untuk kesejahteraan. Kami menyelesaikan puluhan embung dan air bersih, bagi jutaan saudara kita yang kekeringan puluhan ribu rumah, untuk mereka yang memerlukan tempat berteduh," tulisnya.
[Gambas:Video CNN] (uli/lav)