Budi Karya, Arsitek yang Dipercaya Jokowi Benahi Transportasi

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 12:31 WIB
Budi Karya, Arsitek yang Dipercaya Jokowi Benahi Transportasi Budi Karya Sumadi. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan dalam Kabinet Indonesia Maju. Posisi tersebut bukan merupakan jabatan baru.

Pasalnya, Budi duduk di posisi Menteri Perhubungan sejak 2016 lalu. Tepatnya, ketika Jokowi mengumumkan perombakan (reshuffle) kabinet jilid II pada 2016 lalu.

Sebelum berada di jabatan pemerintahan, ia adalah seseorang yang terkenal hilir mudik di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).


Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan arsitektur pada 1981 silam, Budi langsung bekerja di PT Pembangunan Jaya pada 1982 dan bertahan hingga 2004. Dalam pekerjaan, Budi mampu mencapai puncak karir sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

Selanjutnya, Budi didapuk sebagai Direktur Utama di BUMD, yakni PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pada 2004-2013. Salah satu prestasi yang dibuat Budi selama menjabat sebagai bos Jakpro adalah revitalisasi taman kota Waduk Pluit dan Waduk Ria-Rio, dan penyelesaian rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda.

Karirnya tak berhenti di situ. Ia naik kelas dengan menjabat sebagai Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) atau salah satu BUMN di dalam negeri. Diketahui, AP II mengelola 13 bandara, termasuk Bandara Soekarno Hatta.

Pria kelahiran Palembang pada 1956 silam ini sempat bercerita jika dirinya ingin berkecimpung di sektor agrikultur. Ini lantaran ia suka bermain tanam jagung saat masih tinggal di Palembang dulu.

Namun, nasib akhirnya membawa Budi ke jurusan arsitektur dan ke jajaran pemerintahan. Selama menjabat sebagai Menteri Perhubungan, Budi dihadapkan berbagai persoalan dari sektor darat, laut, hingga udara.


Hal yang paling diingat tentu soal tiket pesawat yang melonjak sejak 2018 lalu. Hal itu sempat membuat polemik dari berbagai pihak, dari masyarakat, perusahaan penerbangan, dan berbagai kementerian/lembaga.

Selain itu, perizinan mengenai ojek online juga cukup menguras pikirannya selama menjadi menteri perhubungan. Tak tanggung-tanggung, tagar #PecatBudiKarya sempat muncul jelang akhir masa jabatannya di pemerintahan Jokowi periode pertama. (aud/lav)