"Bidang ekspor, impor, neraca dagang, di bawah beliau (Agus)," ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (23/10).
Selain politisi, ia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB). Perusahaan itu beroperasi di Bangka Belitung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu proyek yang dibangun oleh GMB, misalnya adalah pembangunan dok kapal di Manggar, Belitung Timur. GMB menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yakni PT Dok Perkapalan dan Air Kantung.
"Diskusi berkaitan dengan komoditas dalam negeri dan juga internasional," ujar dia.
Menurutnya, Jokowi memintanya untuk mengerek ekspor agar devisa dalam negeri juga meningkat. Diketahui, kinerja ekspor Indonesia memang memburuk beberapa waktu terakhir.
[Gambas:Video CNN]
Tak ayal, neraca perdagangan dalam negeri juga tercatat defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca dagang per September 2019 sebesar US$160 juta.
Jika diakumulasi, defisit neraca perdagangan Januari-September 2019 mencapai US$1,95 miliar. Realisasi defisit ini lebih rendah ketimbang periode Januari-September 2019 yang masih mencapai US$3,78 miliar.