Agus Suparmanto, Ketua Ikatan Anggar Andalan Ekspor Jokowi

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 11:31 WIB
Agus Suparmanto, Ketua Ikatan Anggar Andalan Ekspor Jokowi Presiden Joko Widodo menunjuk Agus Suparmanto sebagai menteri perdagangan. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Agus Suparmanto dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai menteri perdagangan dalam Kabinet Indonesia Maju. Sebelumnya posisi ini ditempati oleh politikus Partai NasDem Enggartiasto Lukita.

"Bidang ekspor, impor, neraca dagang, di bawah beliau (Agus)," ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (23/10). 

Selain politisi, ia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Galangan Manggar Biliton (GMB). Perusahaan itu beroperasi di Bangka Belitung.


Tak sendirian, Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra juga menempati posisi komisaris di perusahaan tersebut.


Salah satu proyek yang dibangun oleh GMB, misalnya adalah pembangunan dok kapal di Manggar, Belitung Timur. GMB menggandeng anak usaha PT Timah Tbk, yakni PT Dok Perkapalan dan Air Kantung.

Selain itu, saat ini Agus juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI) untuk masa bakti 2018 hingga 2022. Posisi itu diduduki oleh Agus selama dua periode berturut-turut.

Sebelumnya, Jokowi memanggil Agus ke Istana Negara pada Selasa (23/10). Saat itu ia mengatakan ditugaskan oleh Jokowi untuk membantunya di kabinet kerja periode 2019-2024 untuk bidang ekonomi.

"Diskusi berkaitan dengan komoditas dalam negeri dan juga internasional," ujar dia.

Menurutnya, Jokowi memintanya untuk mengerek ekspor agar devisa dalam negeri juga meningkat. Diketahui, kinerja ekspor Indonesia memang memburuk beberapa waktu terakhir.

[Gambas:Video CNN]
Tak ayal, neraca perdagangan dalam negeri juga tercatat defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca dagang per September 2019 sebesar US$160 juta.

Jika diakumulasi, defisit neraca perdagangan Januari-September 2019 mencapai US$1,95 miliar. Realisasi defisit ini lebih rendah ketimbang periode Januari-September 2019 yang masih mencapai US$3,78 miliar.
(aud/sfr)