Perencanaan Matang Jadi PR Suharso, Kepala Bappenas Baru

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 13:55 WIB
Perencanaan Matang Jadi PR Suharso, Kepala Bappenas Baru Kepala Bappenas Suharso Monoarfa. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nakhoda Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) kini dipegang oleh Suharso Monoarfa. Artinya, perencanaan negara dalam waktu jangka pendek, menengah, dan panjang ada di tangan politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal berpendapat seharusnya posisi pimpinan Bappenas tetap dipegang oleh Bambang Brodjonegoro. Menurutnya, sebagai seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan mantan menteri keuangan, Bambang bisa melakukan perencanaan lebih matang untuk target pemerintahan ini.

"Kompetensi, jelas Bambang lebih bagus. Ada pemikiran untuk perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang. Kalau Suharso perlu penyesuaian lagi, perlu ada pemikiran konseptual di Bappenas ini," kata Faisal kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).


Suharso merupakan lulusan dari Fakultas Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai menteri negara perumahan rakyat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Faisal, Suharso harus membuat rencana matang agar Indonesia bisa segera keluar dari jebakan negara dengan pendapatan menengah (middle income trap). Salah satu caranya, pemerintah perlu mendorong industri manufaktur dan membuat ekonomi lebih merata di sejumlah daerah.

"Jadi tidak hanya di Jawa, tapi di Indonesia bagian timur juga. Itu program untuk jangka menengah seperti itu, jangan terpusat di Jawa," ujar Faisal.

Nantinya, semua perencanaan ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024 dan disahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di sisi lain, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus menyatakan Suharso perlu membuat lagi perencanaan yang matang dalam RPJMN 2019-2024. Jangan sampai, rencana-rencana yang tertuang dalam dokumen itu lagi-lagi hanya sebuah mimpi semata.

"Kalau periode sebelumnya kan jauh terus dari realisasi. Nah, untuk selanjutnya diharapkan tidak jauh dari realisasi," ucap Ahmad.

Mengutip RPJMN 2015-2019, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen pada akhir tahun ini. Sementara, realisasinya hingga kuartal II 2019 hanya 5,05 persen.

Selain itu, target produk domestik bruto (PDB) per kapita ditetapkan sebesar Rp72,21 juta. Namun, catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan PDB per kapita Indonesia akhir 2018 baru Rp56 juta.

Tak hanya itu, rasio pajak juga ditargetkan tinggi mencapai 16 persen. Padahal, realisasi pada tahun lalu hanya sebesar 10,2 persen.
[Gambas:Video CNN]
Ahmad mengingatkan agar Suharso menentukan perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang dengan melihat perkembangan ekonomi global yang kerap berubah. Selain itu, ekonomi dunia juga kini sedang melambat.

"Dunia semakin dinamis. Susun perencanaan-perencanaan yang sesuai dengan perkembangan ke depan," ujarnya.
(aud/sfr)