Jadi Menko Baru, Darmin Ingatkan Airlangga Pahami Soal Pangan

CNN Indonesia | Rabu, 23/10/2019 21:25 WIB
Jadi Menko Baru, Darmin Ingatkan Airlangga Pahami Soal Pangan Acara serah terima jabatan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dari Darmin Nasution menjadi Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Michael Josua Stefanus).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian periode lalu Darmin Nasution resmi menyerahkan jabatannya kepada Airlangga Hartarto di gedung kantornya, Rabu (23/10) sore. Darmin berpesan agar Airlangga menyiapkan ajudan yang memiliki substantif dan tidak hanya mengingatkan jadwal.

Menurut Darmin, bekerja dalam kementerian koordinator akan berbeda dengan pekerjaan yang dilakukan dalam kementerian teknis.

"Kalau di kantor menko pasti bicaranya lebih luas. Mulai dari pertanian, perindustrian, tapi KKP tidak. Itu ada di Menko Maritim," kata Darmin saat memberikan sambutan dalam serah terima jabatan di kantor Menko Perekonomian, Rabu (23/10).


Ia pun menyinggung keadaan kantor kemenko yang berbeda dari kementerian teknis yang dijalani Airlangga sebelumnya.
"Jangan dibandingkan dengan kantor kementerian teknis. Ini adalah ruang yang paling bagus, itupun karena baru direnovasi setahun lalu," katanya

Dalam kesempatan itu, Menteri yang akrab disapa Opung di kalangan wartawan itu mengingatkan agar Airlangga memahami masalah pangan karena sifatnya yang dinamis.

Kendati demikian, Darmin pun optimis Airlangga akan dapat mengikutinya dengan baik.

"(Pangan) yang isinya inflasi lebih kurang. Sehingga jangan lupa mengikuti itu," imbuh Darmin.
Di saat yang sama, Airlangga Hartarto pun mengaku sudah mendapat sejumlah tugas dalam bidang perekonomian dari Presiden Joko Widodo. Ia menjelaskan, salah satunya adalah untuk mengurangi defisit transaksi neraca berjalan (CAD).

"Kita ketahui bersama bahwa dua sektor yaitu dari segi industri ekspor non migas kita kan masih positif. Migasnya kan defisit, sehingga langkah-langkah apa perlu dilakukan agar defisit migas ini bisa dikurangi," kata Airlangga kepada wartawan.

Untuk diketahui, Dana desa pertama kali disalurkan tahun 2015 sebesar Rp20,67 triliun atau Rp280,3 juta per desa. Tingkat penyerapannya sebesar 82,72 persen.

Lalu, jumlahnya bertambah dua kali lipat pada 2016 menjadi Rp46,98 triliun atau Rp643,6 juta per desa. Tingkat penyerapannya pun tumbuh menjadi 97,65 persen.
Pemerintah kembali mengerek dana desa menjadi Rp60 triliun atau Rp800,4 juta per desa pada 2017. Tingkat penyerapannya sebesar 98,41 persen.

Untuk tahun 2018, dana desa tetap di posisi Rp60 triliun atau Rp800,4 juta per desa. Namun, tingkat penyerapannya meningkat menjadi 99,03 persen.

Tahun ini, pemerintah kembali meningkatkan dana desa menjadi Rp70 triliun atau Rp933,9 juta tiap desa.

Sebelumnya, Airlangga menjabat sebagai Menteri Perindustrian sejak Juli 2016 lalu. Selain itu, Ia juga merupakan Ketua Umum Partai Golkar.

Sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga akan menaungi setidaknya 10 kementerian teknis, yakni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional, Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi dan Udaha Kecil dan Menengah, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Kementerian Ketenagakerjaan.
[Gambas:Video CNN] (mjo/lav)