Koordinasi ini dilakukan lantaran Jokowi baru saja menambahkan tugas baru bagi Luhut yang kembali diminta mengurus sektor kemaritiman di Indonesia. Pada Kabinet Indonesia Maju, Jokowi ingin Luhut juga mengelola persoalan investasi.
Pada pemerintahan periode kedua, Jokowi menempatkan Bahlil sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang sebelumnya diduduki Thomas Trikasih Lembong. Maka itu, Luhut merasa perlu ada komunikasi dengan Bahlil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, menurut Luhut, ada banyak potensi koordinasi investasi yang bisa didiskusikannya bersama Bahlil. Khususnya, sambung Luhut, di bidang hilirisasi.
"Banyak, hilirisasi, power hydro," imbuhnya.
"Kami lihat dulu angkanya (target pertumbuhan investasi). Kami harap dengan kondisi ekonomi sekarang, kami bisa tumbuh lebih baik," katanya.
Luhut mengatakan pemerintah sudah menyiapkan kebijakan penyatuan sejumlah undang-undang (uu) alias omnibus law untuk mencapai pertumbuhan investasi yang tinggi. Rencananya, kebijakan itu akan segera dirilis dalam waktu dekat.
"Jadi semua jangan ada lagi yang di-pending-pending (ditunda), masa sudah diperintahkan, belum juga selesai," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengaku masih perlu waktu untuk mempelajari tugas dan fungsinya di pemerintahan kedua Jokowi. Bila sudah benar-benar mengerti, barulah ia bisa mengejar target yang diinginkan Jokowi.
Ia menilai pekerjaan untuk meningkatkan investasi di Indonesia sebenarnya tak bisa dikatakan mudah. Indonesia merupakan negara yang menarik, namun sulit untuk merealisasikannya.
"Tapi semua negara kalau ada uangnya mau menanamkan di sini kita terima selama tidak melanggar aturan," katanya. (uli/lav)