PR Besar Airlangga Hartarto Terbitkan Kebijakan Industri

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 09:50 WIB
PR Besar Airlangga Hartarto Terbitkan Kebijakan Industri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di kabinet kerja periode 2019-2024. Ia menggantikan posisi Darmin Nasution.

Ini artinya tanggung jawab Airlangga pun bertambah dari sebelumnya yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian. Di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, politisi dari Partai Golkar ini harus mengkoordinasi sejumlah kementerian yang berada di bawahnya kendalinya.

Beberapa kementerian itu, antara lain Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).


Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus mengatakan pekerjaan rumah terbesar Airlangga di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian adalah menerbitkan kebijakan investasi untuk industri. Sebab, kinerja industri belakangan terus menurun.

Sebagai mantan Menteri Perindustrian, Ahmad menyatakan Airlangga seharusnya mengerti betul apa saja yang dibutuhkan industri demi menaikkan produksi dan kinerjanya. Ia hanya tinggal melakukan koordinasi dengan kementerian yang berada di bawah pengelolaannya.

"Kalau dilihat selama ini ketika Airlangga menjadi Menteri Perindustrian kan tidak terakomodir oleh kementerian-kementerian sebelahnya," kata Ahmad kepada CNNIndonesia.com, Rabu (23/10).

Kebijakan-kebijakan yang dimaksud, antara lain terkait bahan baku impor. Terlebih, produksi industri terganggu karena lamanya izin impor yang dikeluarkan.

Selain itu, kebijakan ynag terkait dengan insentif pajak juga mempengaruhi kinerja industri ke depannya. Ahmad yakin Airlangga bisa memberikan ide-ide yang bisa menaikkan kinerja industri.

"Jadi Airlangga ini sudah tahu apa saja yang dibutuhkan industri. Makanya saya berharap banyak Airlangga bisa mengurai faktor-faktor apa saja yang mengganggu industri, apa yang dibutuhkan," jelasnya.

Terlebih, Airlangga berasal dari partai politik yang sama dengan Agus Gumiwang yang saat ini juga ditunjuk sebagai Menteri Perindustrian. Dengan demikian, koordinasi yang terjalin di Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian diyakini lebih baik.

"Jadi harusnya tidak masalah, politiknya sama," jelasnya.

Sebagai informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan industri kuartal II 2019 hanya 3,54 persen. Realisasi itu berada di bawah pertumbuhan ekonomi yang menyentuh 5 persen dan turun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,88 persen.

[Gambas:Video CNN] (aud/lav)