Menteri ESDM Baru Jamin Harga BBM dan Listrik Masih Sama

CNN Indonesia | Kamis, 24/10/2019 17:36 WIB
Menteri ESDM Baru Jamin Harga BBM dan Listrik Masih Sama Menteri ESDM Arifin Tasrif bersama menteri Kabinet Indonesia Maju. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Setidaknya, sampai akhir tahun ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bahkan, Arifin membuka peluang penurunan tarif listrik dan BBM dari tingkat harga saat ini. "Iya (tarif listrik dan BBM tidak berubah)," ujarnya usai Sidang Kabinet Paripurna Perdana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/10).

Ia menegaskan tidak ada instruksi khusus dari Kepala Negara mengenai kebijakan tarif listrik dan BBM. "Belum, masih stabil (tidak berubah)," ungkapnya.

Saat ini, tarif listrik yang berlaku mengikuti acuan harga yang terakhir kali berubah pada 1 Maret 2019. Berdasarkan ketentuan itu, tarif listrik rumah tangga golongan 900 VA sebesar Rp1.352 per kWh.

Sementara, golongan rumah tangga 1.300 VA ke atas sebesar Rp1.467,28 per kWh dan tarif listrik bagi golongan pelanggan 450 VA dan 900 VA, yang masih diberikan subsidi listrik, masing-masing sebesar Rp415 per kWh dan Rp605 per kWh.

Untuk harga BBM, pembagian harga berdasarkan jenisnya. Sebagai gambaran, di kawasan DKI Jakarta, harga BBM jenis Dexlite sebesar Rp10.200 per liter. Sementara, BBM Pertamina Dex sebesar Rp11.700 per liter dan Solar nonsubsidi Rp9.600 per liter.

Kendati begitu, Ekonom sekaligus Kepala Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) Agus Eko Nugroho menilai ada kemungkinan tarif listrik naik tahun depan. Berbanding terbalik dengan harga BBM yang diperkirakan menurun.

Ia menduga hal ini terjadi karena ada peningkatan beban operasional kelistrikan pada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Tbk. Sedangkan harga BBM berpotensi turun karena ada pengaruh pergerakan harga minyak mentah di pasar dunia.

"Yang harus dipahami, jangan sampan pengalihan subsidi berdampak ke konsumsi domestik, tapi kalau pun perlu penyesuaian, kuncinya adalah bertahap. Apalagi, perlambatan ekonomi global masih terjadi, jangan sampai masyarakat tertekan daya belinya," jelasnya.
[Gambas:Video CNN]


(uli/bir)