Budi Gunadi Sadikin, Dirut Inalum Loncat ke Kursi Wamen BUMN

CNN Indonesia | Jumat, 25/10/2019 11:23 WIB
Budi Gunadi Sadikin, Dirut Inalum Loncat ke Kursi Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Jakarta, CNN Indonesia -- Budi Gunadi Sadikin menyatakan Presiden Joko Widodo menugaskannya sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2019-2024. Ia akan mendampingi Menteri BUMN Erick Thohir yang baru dilantik pekan ini.

"Jadi, saya sama Tiko (Kartiko Wirjoatmodjo) diminta Presiden membantu pak Erick (Menteri BUMN)," ujarnya di Istana Negara, Jumat (25/10)." ujar Budi di Istana Negara, Jumat (25/10).

Pria kelahiran 1964 ini merupakan sarjana fisika nuklir dari Institut Teknologi Bandung yang lama berkarir sebagai bankir.


Pada 1988, ia memulai karir sebagai Staff Teknologi Informasi IBM Asia Pasifik, Tokyo, Jepang. Setelah itu, ia dipindah ke IBM Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai System Integration & Professional Services Manager.

Kemudian, ia merambah industri perbankan dengan berkarir di Bank Bali sebagai General Manager Electronic Banking, wilayah Jakarta dan Chief General Manager Human Resources hingga 1999.

Lalu, ia bergabung ke ABN Amro Bank Indonesia hingga menjabat sebagai Direktur Consumer dan Commercial Banking untuk ABN Amro Bank Indonesia & Malaysia hingga 2024.

Setelah itu, loncat ke Bank Danamon dan menjabat sebagai Executive Vice President Consumer Banking dan Direktur di Adira Quantum Multi Finance.

Karirnya di perusahaan pelat merah dimulai pada 2006 saat ia bergabung ke PT Bank Mandiri Tbk sebagai Direktur Micro & Retail Banking. Karirnya terus menanjak hingga diangkat menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk. Ia menduduki posisi tersebut hingga 2016 sebelum akhirnya ia diangkat sebagai Staff Khusus Menteri Negara BUMN dan aktif menjadi Anggota Dewan Penasehat Asosiasi Fintech Indonesia.

[Gambas:Video CNN]

Pada 2017, ia diangkat menjadi Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) sebelum akhirnya efektif menjadi direktur utama pada 14 September 2017.

Di bawah kepemimpinannya, Inalum resmi menggenggam 51,23 persen saham PT Freeport Indonesia dengan membayarkan US$3,85 miliar. (sfr/lav)