Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand terpantau melemah 0,18 persen, yen Jepang melemah 0,08 persen, serta dolar Hong Kong dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,01 persen.
Di sisi lain, beberapa mata uang negara di kawasan Asia terpantau menguat, seperti won Korea yang menguat 0,20 persen, peso Filipina menguat 0,12 persen dan Lira Turki menguat tipis 0,07 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keduanya sudah mengkonfirmasi akan mengusahakan perjanjian ditandatangani di awal November di acara KTT APEC Chile," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/10).
[Gambas:Video CNN]
"Ini berpotensi melemahkan nilai tukar dollar AS," tuturnya.
Dari sisi domestik, Ariston menyatakan pemangkasan suku bunga acuan BI juga memberikan andil sentimen positif ke rupiah, karena pemangkasan tersebut bisa membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.970 sampai dengan Rp14.050.