Kelanjutan Negosiasi Dagang AS-China Perkuat Rupiah

CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 08:47 WIB
Kelanjutan Negosiasi Dagang AS-China Perkuat Rupiah Ilustrasi valuta asing. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Nilai tukar rupiah berada di level Rp14.025 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Senin (28/10) pagi. Posisi tersebut menguat 0,09 persen dibandingkan penutupan Jumat (25/10), Rp14.038 per dolar AS.

Pagi hari ini, mayoritas mata uang di kawasan Asia melemah terhadap dolar AS. Baht Thailand terpantau melemah 0,18 persen, yen Jepang melemah 0,08 persen, serta dolar Hong Kong dan dolar Singapura masing-masing melemah 0,01 persen.

Di sisi lain, beberapa mata uang negara di kawasan Asia terpantau menguat, seperti won Korea yang menguat 0,20 persen, peso Filipina menguat 0,12 persen dan Lira Turki menguat tipis 0,07 persen.


Sementara di negara maju, mayoritas nilai tukar menguat terhadap dolar AS. Dolar Kanada menguat 0,07 persen, poundsterling Inggris juga terpantau menguat sebesar 0,08 persen, sementara dolar Australia dan euro stagnan dan tak bergerak terhadap dolar AS.
Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menilai penguatan nilai tukar rupiah disebabkan oleh konfirmasi kelanjutan kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok.

"Keduanya sudah mengkonfirmasi akan mengusahakan perjanjian ditandatangani di awal November di acara KTT APEC Chile," kata Ariston saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (28/10).

Selain itu, Ariston mengatakan isu potensi pemangkasan suku bunga The Fed dimana pemangkasan suku bunga juga menjadi sentimen positif terhadap nilai rupiah.
[Gambas:Video CNN]
"Ini berpotensi melemahkan nilai tukar dollar AS," tuturnya.

Dari sisi domestik, Ariston menyatakan pemangkasan suku bunga acuan BI juga memberikan andil sentimen positif ke rupiah, karena pemangkasan tersebut bisa membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Lebih lanjut, Ariston berpendapat rupiah berpotensi bergerak di kisaran Rp13.970 sampai dengan Rp14.050.
(ara/lav)