"Di Rancangan Pembangunan Jangan Menengah (RPJMN 2015-2019) pertumbuhan (ekonomi) 7 persen, kenyatannya cuma 5 (persen). Jadi negara menyiapkan (pertumbuhan listrik) untuk 7 persen memang meleset melulu. Di PLN itu enggak punya ekonom," ujar Faisal Basri di Jakarta, Selasa (28/10).
Faisal mengungkapkan pertumbuhan konsumsi energi Indonesia merupakan yang terbesar ke-4 di dunia dan tertinggi di dunia. Hal itu seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat besarnya kebutuhan listrik ke depan, Faisal juga mengingatkan PLN untuk menjaga tata kelola perusahaan dengan baik. Pasalnya, sebagai perusahaan pelat merah, PLN rentan dimanfaatkan untuk kepentingan politik yang memicu tindakan korupsi. Misalnya, dalam hal pengadaan proyek.
"Untuk PLN, dapat melakukan uji tuntas anti korupsi terhadap Pengembang Pembangkit Listrik (PPL), kemudian melakukan screening (seleksi) perusahaan multinasional, melakukan pelatihan anti korupsi, memperkuat kebijakan korupsi kepada anak perusahaan dan cucu perusahaan," jelasnya.
[Gambas:Video CNN] (ara/sfr)