Erick Thohir Batasi Waktu Kesepakatan Proyek Kilang Cilacap

CNN Indonesia | Rabu, 30/10/2019 01:17 WIB
Erick Thohir Batasi Waktu Kesepakatan Proyek Kilang Cilacap Ilustrasi kilang Cilacap. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah memberikan tenggat waktu pada kesepakatan kerja sama PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco untuk proyek pengembangan kilang (Refinery Development Master Plan/RDMP) Refinery Unit IV (RU IV) Cilacap hingga Desember 2019. Saat ini, kerja sama dua perusahaan minyak pelat merah itu terganjal valuasi aset kilang.

"Kami upayakan tahun ini, kalau bisa sudah ada kesepakatannya, ini sedang kami dorong. Sampai Desember kami lihat, sepakat atau tidak," ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Selasa (29/10).

Sebagai catatan, kedua perusahaan telah meneken Kesepakatan Kerja Sama Pengembangan Perusahaan Patungan (Joint Venture Development Agreement/JVDA) pada Desember 2016 lalu.


Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari perjanjian awal (heads of agreement/HoA) yang diteken pada November 2015 lalu. Nantinya, dua perusahaan akan membentuk perusahaan patungan, untuk pengembangan proyek.

Saat ini, keberlanjutan proyek pengembangan kilang Cilacap masih terkendala oleh kepastian Saudi Aramco untuk bermitra dengan Pertamina. Pasalnya, keduanya belum mencapai kesepakatan terkait nilai valuasi kilang.

Erick bilang jika skenario terburuk terjadi, tidak tercapai kata sepakat antara dua pihak, maka pemerintah akan mencari alternatif lain. Termasuk, lanjutnya, mencari mitra baru.

"Tetapi kami usahakan yang sudah disepakati oleh kedua negara," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan Pertamina akan tetap melanjutkan proyek perluasan kapasitas dan kompleksitas kilang Cilacap, meski tanpa Saudi Aramco. Proyek secara mandiri juga berhasil dijalankan perseroan pada proyek RDMP Balikpapan.

"Jadi, kami lanjutkan dulu, jalan duluan. Nanti, baru kami pilih mitranya," ujar Nicke, Selasa (14/5).

Sebagai informasi, nilai investasi pengembangan proyek Kilang Cilacap mencapai US$6 miliar. Rencananya, pengembangan Kilang Cilacap dirancang untuk memproses minyak mentah dari Arab Saudi yang dipasok oleh Saudi Aramco. Melalui proyek ini, kapasitas kilang minyak di Cilacap digadang akan meningkat dari 348 ribu barel per hari (bph) menjadi 400 ribu bph.
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)