Sentimen Kenaikan Stok AS Tekan Harga Minyak Dunia

CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 08:24 WIB
Sentimen Kenaikan Stok AS Tekan Harga Minyak Dunia Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean).
Jakarta, CNN Indonesia -- Harga minyak mentah dunia merosot pada perdagangan Rabu (31/10), waktu Amerika Serikat (AS). Pelemahan dipicu oleh peningkatan stok minyak negeri Paman Sam.

Mengutip Antara, Kamis (31/10), minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,9 persen ke level US$55,06 per barel, sedangkan Brent turun 1,6 persen menjadi US$60,61 per barel.

Penurunan harga minyak juga terjadi lantaran investor khawatir tentang kelanjutan penyelesaian perang dagang AS dan China. Hal itu sudah membuat permintaan minyak tertekan beberapa waktu terakhir.


Namun, harga minyak mendapat sedikit sentimen positif dari TC Energy Corp yang menyatakan telah menutup pipa Keystone karena tumpahan minyak mentah di Dakota Utara.

Perusahaan tersebut belum memberikan kepastian sampai kapan saluran pipa minyak yang membawa 590 ribu barel per hari (bph) dari Kanada ke kilang di Midwest AS tak berfungsi.

Sebelumnya, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pasokan minyak mentah melonjak di tengah impor yang meningkat. Selain itu, stok minyak di luar Strategic Petroleum Reserve (SPR) juga naik 5,7 juta barel.

"Rebound yang kuat pada impor Kanada dan rilis SPR lainnya telah mendorong peningkatan persediaan minyak mentah," kata Matt Smith selaku Direktur Riset Komoditas di Clipper Data, dikutip Kamis (31/10).

Kemudian, EIA juga mencatat stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, untuk minyak mentah berjangka AS tercatat naik 1,6 juta barel.
[Gambas:Video CNN]
"Stok di pusat pengiriman WTI cenderung lebih tinggi sejak akhir September. Ini telah memberikan tekanan pada minyak WTI untuk penyerahan Desember atau Januari," papar Bank Belanda ING dalam sebuah catatan.

Sebelumnya, harga minyak mentah dunia bergerak bervariasi. Harga minyak WTI terkoreksi US$0,27 ke level US$55,54 per barel, sedangkan Brent naik US$0,02 menjadi US$61,59 per barel.
(aud/sfr)