Mengutip Antara, Kamis (31/10), minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 0,9 persen ke level US$55,06 per barel, sedangkan Brent turun 1,6 persen menjadi US$60,61 per barel.
Penurunan harga minyak juga terjadi lantaran investor khawatir tentang kelanjutan penyelesaian perang dagang AS dan China. Hal itu sudah membuat permintaan minyak tertekan beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rebound yang kuat pada impor Kanada dan rilis SPR lainnya telah mendorong peningkatan persediaan minyak mentah," kata Matt Smith selaku Direktur Riset Komoditas di Clipper Data, dikutip Kamis (31/10).
Kemudian, EIA juga mencatat stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, untuk minyak mentah berjangka AS tercatat naik 1,6 juta barel.
[Gambas:Video CNN]
"Stok di pusat pengiriman WTI cenderung lebih tinggi sejak akhir September. Ini telah memberikan tekanan pada minyak WTI untuk penyerahan Desember atau Januari," papar Bank Belanda ING dalam sebuah catatan.
Sebelumnya, harga minyak mentah dunia bergerak bervariasi. Harga minyak WTI terkoreksi US$0,27 ke level US$55,54 per barel, sedangkan Brent naik US$0,02 menjadi US$61,59 per barel.