Perbaikan data ini dilakukan karena ada perbedaan data antara Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik.
Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan A Djalil sudah melakukan verifikasi di 20 provinsi yang merupakan penghasil beras utama atau lumbung padi nasional. Menurutnya, sudah ada data yang disepakati bersama antara BPS, BIG, Kementerian Pertanian dan Kementerian ATR/BPN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan sekarang pemerintah sudah menyatu, data yang digunakan adalah hasil dari citra satelit dengan resolusi yang sama.
Syahrul pun mengungkap untuk data yang sudah ada dan clear, seperti data hijau tidak perlu dipertanyakan lagi karena sudah satu persepsi. Sementara, data kuning masih membutuhkan verifikasi dengan citra satelit. Hanya data merah yang membutuhkan tenaga yang turun ke lapangan.
"Maka akan ada empat institusi yaitu Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, BPS dan BIG yang turun ke lapangan melakukan pendataan. Sehingga bisa terlihat betul kalau metodologinya sudah sama. 1 Desember 2019 ini sudah bisa diumumkan data tentang pertanian," ujarnya.
Sebelumnya, empat lembaga terkait ini akan memperbaiki dan memverifikasi data yang dikeluarkan melalui Ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN RI No 339/2018 tanggal 8 Oktober 2018 lalu.
[Gambas:Video CNN] (age)