Dilansir dari Antara, Jumat (1/11), Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan salah satu fokus perbaikan Lion Air adalah manual prosedur dalam menerbangkan Boeing 737 Max 8.
"Pertama, memperbaiki manual dari kita sendiri yang sudah ada di Kemenhub agar sesuai dengan manual lainnya, terjadi integrasi, dan tidak saling bertentangan," kata Polana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketiga, pelaporan gangguan atau kerusakan (hazard report) yang harus disampaikan oleh personel dan diakses langsung oleh pejabat yang bertanggung jawab di Lion Air.
Ditjen Perhubungan Udara juga akan segera melakukan peningkatan pengawasan terhadap implementasi SOP di Lion Air pada area training dan kegiatan operasional. Polana mengatakan hal tersebut dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, mulai November 2019 hingga Januari 2020.
Sehingga, teknisi tidak mengetahui ada kerusakan dan pesawat tetap diterbangkan dari Jakarta ke Pangkal Pinang. Selain itu, memang prosedur penanganan gangguan MCAS tidak dimasukkan ke dalam buku manual Boeing 737 MAX 8 yang menyebabkan pilot kesulitan mencari kendali pesawat.
[Gambas:Video CNN] (antara/age)