Kemenhub Minta Lion Air Perbaiki Boeing 737 Dalam Tiga Bulan

CNN Indonesia | Jumat, 01/11/2019 18:48 WIB
Kemenhub Minta Lion Air Perbaiki Boeing 737 Dalam Tiga Bulan Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta Lion Air memperbaiki sistem terkait Boeing 737 Max 8 dalam waktu tiga bulan.

Dilansir dari Antara, Jumat (1/11), Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan salah satu fokus perbaikan Lion Air adalah manual prosedur dalam menerbangkan Boeing 737 Max 8.

"Pertama, memperbaiki manual dari kita sendiri yang sudah ada di Kemenhub agar sesuai dengan manual lainnya, terjadi integrasi, dan tidak saling bertentangan," kata Polana.


Kedua, pelatihan kepada pilot Lion Air untuk mengoperasikan Boeing 737 Max 8 serta implementasi safety management system.

Ketiga
, pelaporan gangguan atau kerusakan (hazard report) yang harus disampaikan oleh personel dan diakses langsung oleh pejabat yang bertanggung jawab di Lion Air.

Ditjen Perhubungan Udara juga akan segera melakukan peningkatan pengawasan terhadap implementasi SOP di Lion Air pada area training dan kegiatan operasional. Polana mengatakan hal tersebut dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, mulai November 2019 hingga Januari 2020.

Jangka waktu ini dimaksudkan sebagai waktu yang diperlukan bagi Lion Air untuk menyiapkan atau memperbaiki sistem yang ada, terkait dengan pembaharuan dan sinkronisasi manual.

Salah satu laporan akhir investigasi KNKT terhadap kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 milik Lion Air teregistrasi PK LQP dengan penerbangan JT 610 adalah tidak ada pencatatan kerusakan sensor angle of attack dalam sistem MCAS pada penerbangan sebelumnya.

Sehingga, teknisi tidak mengetahui ada kerusakan dan pesawat tetap diterbangkan dari Jakarta ke Pangkal Pinang. Selain itu, memang prosedur penanganan gangguan MCAS tidak dimasukkan ke dalam buku manual Boeing 737 MAX 8 yang menyebabkan pilot kesulitan mencari kendali pesawat.

[Gambas:Video CNN] (Antara/age)