Riset HSBC: Indonesia Paling 'Pede' Lihat Prospek Bisnis

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 13:04 WIB
Riset HSBC: Indonesia Paling 'Pede' Lihat Prospek Bisnis Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Optimisme perusahaan Indonesia terhadap prospek bisnis berada di atas rata-rata Asia Pasifik. Sebanyak 90 persen perusahaan di Indonesia yakin perusahaan akan mengalami pertumbuhan. Laporan Navigator HSCB memaparkan angka ini menjadi yang tertinggi di antara negara Asia Pasifik, menyusul Bangladesh dan India dengan masing-masing tingkat kepercayaan diri 74 persen dan 72 persen.

"Navigator juga menunjukkan bahwa para pengambil keputusan dari perusahaan Indonesia optimis terhadap prospek jangka pendek, menengah dan panjang. Responden dari negara kepulauan memiliki prospek positif untuk tahun depan, juga untuk 5 tahun ke depan. Mereka juga lebih optimis tentang pertumbuhan mereka dalam 12 bulan terakhir, level yang jauh di atas rata-rata global," kata Deputi Direktur Commercial Banking HSBC Indonesia Anurag Saigal dalam sebuah siaran pers, Rabu (6/11).

Dalam konteks perdagangan internasional, sebanyak 96 persen responden Indonesia menyatakan semangatnya berbisnis di pasar internasional dalam waktu lima tahun ke depan. Secara rinci 95 persen responden Indonesia menyatakan perdagangan internasional dapat meningkatkan pendapatan, 96 persen efisiensi dan 94 persen mendukung ketenagakerjaan.


"Hasil tersebut umumnya lebih tinggi daripada persentase global. Manfaat yang diharapkan di Indonesia beragam, mulai dari manfaat langsung (kesempatan baru dan efisiensi), manfaat untuk pekerja (pendapatan dan perekrutan kerja) serta manfaat bagi konsumen (inovasi)," kata Country Head Global Trade and Receivable Finance HSBC Indonesia Dandy Pandi.

Riset memaparkan dalam waktu dekat pertumbuhan perusahaan Indonesia kemungkinan akan didorong oleh peningkatan fokus yang berkelanjutan, supplier dan bahan baku.

Terkait menghadapi ancaman bisnis ke depan, Dandy menyampaikan strategi utama bisnis Indonesia adalah dengan fokus pada peningkatan portofolio melalui berbagai cara. Riset juga menunjukkan sekitar 30 persen responden menyebut ekspansi ke pasar-pasar baru adalah kunci strategi perluasan mereka.

"Hampir setengah [48 persen] dari perusahaan yang disurvei menyebutkan bahwa mereka meningkatkan kualitas produk atau layanan," papar Dandy.

Sedangkan, sekitar 26 persen menjadikan investasi sebagai strategi perluasan pasar. Selain itu, penggunaan bahan baku dan pemasok dengan kualitas lebih baik serta perluasan platform dan saluran digital merupakan strategi kunci lainnya.

Laporan Navigator HSBC merupakan hasil sebuah survei global yang mengukur sentimen bisnis dan ekspektasi terhadap aktivitas perdagangan dan pertumbuhan bisnis dari 9.131 pembuat keputusan di 35 pasar. Sebanyak 3.252 perusahaan di 12 ekonomi Asia berpartisipasi dalam survei.

[Gambas:Video CNN] (hns/age)