Bos Ritel Busana GAP Mundur, Saham Anjlok 12 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 14:59 WIB
Bos Ritel Busana GAP Mundur, Saham Anjlok 12 Persen (AFP/Justin Sullivan/Getty Images).
Jakarta, CNN Indonesia -- GAP, jaringan ritel busana asal Amerika Serikat (AS), mengumumkan pengunduran diri CEO Art Peck, jelang pemisahan unit usaha pakaian bermerek Old Navy, pada Kamis (7/11) waktu setempat.

Aksi manajemen tersebut membuat saham perusahaan anjlok hingga 12 persen pada saat pengumuman dibacakan. "Ini adalah kuartal yang menantang, karena dampak makro dan penjualan yang lebih lambat semakin menekan hasil," kata Teri List-Stoll, Kepala Keuangan GAP, seperti dilansir CNN.com.

Peck yang telah bekerja selama 15 tahun bersama GAP Inc dan menjabat sebagai pemimpin perusahaan sejak 2015, akan digantikan oleh kepala eksekutif sementara Robert Fisher.

Fisher merupakan putra pendiri GAP dan menduduki dua jabatan sekaligus sebagai ketua dewan direktur non-eksekutif perusahaan. Fisher sendiri diketahui telah berkecimpung di perusahaan sang ayah selama lebih dari 35 tahun.

Peck menghadapi penurunan penjualan dalam beberapa tahun terakhir kepemimpinannya. Bahkan, valuasi saham GAP hilang lebih dari separuh selama Peck menjabat sebagai CEO, dengan nilai jual US$18 per saham.

Sementara penjualan GAP terus merosot, unit usahanya Old Navy justru sukses mencetak pertumbuhan. Merek busana yang dibuat pada 1994 silam itu mencatat penjualan US$7 miliar pada tahun lalu.

Peck merupakan bos merek konsumen dengan gaji tertinggi di antara kepala eksekutif lainnya di AS. Tahun lalu, ia mendapat kompensasi senilai US$20,7 juta pada 2018.

Tahun lalu, GAP mengumumkan rencana pemisahan dengan anak-anak usahanya, Old Navy. GAP juga memiliki unit usaha lain, seperti Banana Republic, Athleta, Intermix, Hill City, dan Janie and Jack.

Beberapa merek konsumen top lainnya juga telah mengumumkan perubahan manajemen dalam beberapa pekan terakhir, di antaranya Nike, Under Armour, Bed bath & Beyond.
[Gambas:Video CNN]


(hns/bir)