Kisruh dengan Garuda, Sriwijaya Air Tunjuk Dirut Baru

CNN Indonesia | Jumat, 08/11/2019 16:08 WIB
Kisruh dengan Garuda, Sriwijaya Air Tunjuk Dirut Baru Ilustrasi. (CNNIndonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Sriwijaya Air menunjuk Jeferson Irwin Jauwena menjadi direktur utama baru mereka. Penunjukan tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 088 Tahun 2019.

Dalam surat yang ditandatangani Pemegang Saham Hendry Lie tersebut, penunjukan berlaku efektif 7 November kemarin. Selain menunjuk Irwin, pemegang saham Sriwijaya Air juga menunjuk tiga petinggi lain.

Pertama, Didi Iswandy menjadi direktur operasional. Kedua, Cecep Cahyana menjadi direktur quality, safety and Security.

Dan ketiga, Dwi Iswantoro menjadi Direktur Teknik.

Jeferson Irwin yang dikonfirmasi atas penunjukan direksi tersebut tak membenarkan juga tak membantahnya. Namun, ia menolak menjelaskan secara lebih rinci pertimbangan penunjukan tersebut.


"Kenapa kamu nanya begitu, kamu tidak yakin?" katanya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (8/11).

Yang pasti, penunjukan direksi baru dilakukan di tengah kisruh kerja sama manajemen antara Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air Group. Selain menunjuk jajaran direksi baru, Manajemen Sriwijaya Air Group memutuskan untuk mengembalikan 11 karyawan Garuda Indonesia Group yang ditempatkan dan diperbantukan di perseroan.

Tak hanya itu mereka juga mengembalikan Vice President (VP) dan Senior Manager (SM) yang berasal dari Garuda Indonesia Group terhitung sejak Kamis (7/11).

[Gambas:Video CNN]
Hal tersebut terungkap dari surat perseroan yang ditujukan kepada Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra. Surat ini bernomor 018/EXT/DH/SJ/XI/2019.

Dalam surat tersebut disebutkan, pengembalian karyawan lantaran berakhirnya masa transisi terkait kerja sama antara Garuda Indonesia Group dan Sriwijaya Air Group pada 31 Oktober 2019. Keputusan tersebut telah mendapatkan pertimbangan dari pemegang saham dan Dewan Komisaris Sriwijaya Air Group.

Ketika dikonfirmasi, Jeferson membenarkan pengembalian karyawan tersebut.

"Kalau ada pengembalian iya. Saya tidak hafal berapa karyawan. Saya belum lihat suratnya nanti saya lihat dulu saya cek," katanya.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia dan Sriwijaya tengah berkonflik terkait Kerja Sama Manajemen (KSM). Sengketa ini bukan kali pertama.

Sebelumnya, kisruh kerja sama manajemen kedua grup maskapai penerbangan nasional itu mengemuka saat pemegang saham Sriwijaya Air resmi mencopot Joseph Adrian Saul sebagai direktur utama perusahaan melalui rapat dewan komisaris dan direksi pada Senin (9/9) lalu.

Atas kisruh itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan meminta kerja sama Garuda Indonesia dan Sriwijaya diperpanjang selama tiga bulan guna melakukan evaluasi. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) akan turun tangan melakukan audit pada KSM Garuda Indonesia dan Sriwijaya.

(ulf/agt)