BI Bayar Gaji Pegawai Rp3,75 Triliun Tahun Depan

CNN Indonesia | Senin, 11/11/2019 17:15 WIB
BI Bayar Gaji Pegawai Rp3,75 Triliun Tahun Depan Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) mengalokasikan Rp3,75 triliun untuk gaji dan penghasilan lain pegawai bank sentral tahun depan. Alokasi tersebut tersebut meningkat 5,82 persen dibandingkan 2019, Rp3,54 triliun.

Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Wardjiyo saat menghadiri rapat dengan Komisi XI DPR pada Senin (11/11).

"Rencana Anggaran Tahunan BI yang telah kami sampaikan masih didasarkan atas asumsi makro dalam RAPBN, yang tentu dengan tetap melihat kondisi perekonomian terkini," paparnya.


Tahun depan, BI memperkirakan perekonomian akan tumbuh 5,3 persen atau meningkat dari prognosa tahun ini yang cuma 5,05 persen.

Kemudian, inflasi ditargetkan melandai dari tahun ini 3,23 persen menjadi 3,1 persen.

Sementara nilai tukar diprediksi melemah dari melemah dari prognosa tahun ini di kisaran Rp14.200 per dolar AS menjadi Rp14.400 per dolar.

Alokasi gaji dan penghasilan lain pegawai BI memakan porsi anggaran paling besar yaitu 33,6 persen dari total anggaran Rp11,15 triliun.

Selain gaji, tahun depan, alokasi anggaran manajemen sumber daya manusia juga meningkat 26,38 persen menjadi Rp2,95 triliun. Lalu, anggaran logistik naik 20,53 persen menjadi Rp1.411 triliun.

Kenaikan juga terjadi pada anggaran penyelenggaraan operasional kegiatan pendukung sebesar 8,97 persen menjadi Rp1.291 triliun; program sosial BI dan pemberdayaan sektor riil dan UMKM sebesar 10,5 persen menjadi Rp520 miliar; dan cadangan anggaran sebesar 12,56 persen menjadi Rp272 miliar.

Proyeksi penurunan pengeluaran hanya terjadi pada pos pajak yaitu sebesar 0,41 persen dari Rp965 miliar menjadi Rp961 miliar.

Penerimaan Naik

Besarnya pengeluaran BI tahun depan ditutup oleh penerimaan yang diproyeksi meningkat 17,84 persen menjadi Rp31,99 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Penerimaan tersebut berasal dari hasil pengelolaan aset valas yang diperkirakan mencapai Rp31,89 triliun, naik 17,98 persen.

Penerimaan juga disumbang oleh operasional kegiatan pendukung sebesar Rp23 miliar (turun 34,21 persen) dan penerimaan administrasi Rp84 miliar (minus 3,1 persen).

Dengan postur tersebut, neraca BI tahun depan diperkirakan surplus Rp20,84 triliun atau menanjak 20,88 persen dari tahun ini, Rp17,25 triliun.
(ara/sfr)