Hal itu disampaikan Gubernur BI Perry Wardjiyo saat menghadiri rapat dengan Komisi XI DPR pada Senin (11/11).
"Rencana Anggaran Tahunan BI yang telah kami sampaikan masih didasarkan atas asumsi makro dalam RAPBN, yang tentu dengan tetap melihat kondisi perekonomian terkini," paparnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alokasi gaji dan penghasilan lain pegawai BI memakan porsi anggaran paling besar yaitu 33,6 persen dari total anggaran Rp11,15 triliun.
Selain gaji, tahun depan, alokasi anggaran manajemen sumber daya manusia juga meningkat 26,38 persen menjadi Rp2,95 triliun. Lalu, anggaran logistik naik 20,53 persen menjadi Rp1.411 triliun.
Proyeksi penurunan pengeluaran hanya terjadi pada pos pajak yaitu sebesar 0,41 persen dari Rp965 miliar menjadi Rp961 miliar.
Penerimaan Naik
Besarnya pengeluaran BI tahun depan ditutup oleh penerimaan yang diproyeksi meningkat 17,84 persen menjadi Rp31,99 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Penerimaan tersebut berasal dari hasil pengelolaan aset valas yang diperkirakan mencapai Rp31,89 triliun, naik 17,98 persen.
Penerimaan juga disumbang oleh operasional kegiatan pendukung sebesar Rp23 miliar (turun 34,21 persen) dan penerimaan administrasi Rp84 miliar (minus 3,1 persen).
Dengan postur tersebut, neraca BI tahun depan diperkirakan surplus Rp20,84 triliun atau menanjak 20,88 persen dari tahun ini, Rp17,25 triliun.