Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan kontrak bagi hasil blok migas yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan itu akan berlaku untuk 20 tahun ke depan. Kontrak ini berlaku efektif mulai 20 Desember 2023.
"Penandatangan ini sudah melalui rangkaian evaluasi dan pertimbangan dari Kementerian ESDM dan SKK Migas, hingga akhirnya Kementerian ESDM memberikan keputusan kelanjutan Blok Corridor pada Juli lalu," ujarnya, Senin (11/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arifin menuturkan pemerintah menganggap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) eksisting memiliki kemampuan teknis dan keuangan yang baik untuk mengelola Blok Corridor.
Ia menambahkan perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama sebesar US$250 juta setara Rp3,5 triliun mengacu kurs Rp14 ribu per dolar AS. Selain itu, negara juga mengantongi pemasukan senilai US$250 juta dari bonus tanda tangan (signature bonus).
Lihat juga:Lagi, Jokowi Cuap-cuap soal Impor BBM |
"Kontraktor juga diharap melaksanakan komitmen-komitmen yang tertuang dalam kontrak termasuk Komitmen Kerja Pasti (KKP) lima tahun pertama dan meningkatkan kegiatan eksplorasi untuk menambah cadangan migas," katanya.
Dalam tiga tahun pertama, ConocoPhillips akan bertindak sebagai operator. Selanjutnya, PT Pertamina (Persero) akan menjadi operator hingga akhir masa kontrak.
Sebagai informasi, produksi gas Blok Corridor merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia, yakni sebesar 1.100 juta kaki kubik per hari (MMSCFD) atau setara 12 persen dari total produksi gas domestik saat ini. Sementara itu produksi minyak dan kondensat Blok Corridor mencapai 6.600 juta barel minyak per hari (bph).
[Gambas:Video CNN] (ulf/sfr)