Batu Bara Bakal Habis, Energi Terbarukan Tak Bisa Ditawar

CNN Indonesia | Selasa, 29/10/2019 18:37 WIB
Dirjen Ketenagalistrikan Ridha Mulyana menilai batu bara akan habis, sehingga keberadaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) tidak bisa ditawar lagi. Ilustrasi pembangkit listrik tenaga bayu. (Facebook/Joko Widodo).
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ridha Mulyana menegaskan keberadaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, batu bara yang selama ini menjadi sumber utama energi akan habis.

"Batu bara akan hilang (habis). Perlu transisi dengan energi terbarukan dan Pembangkitan Jawa-Bali harus mengedepankan itu. Tidak boleh ditawar lagi," ujarnya, mengutip Antara, Selasa (29/10).

Keberpihakan terhadap energi terbaru, ia melanjutkan harus menjadi komitmen bersama, seperti di Korea Selatan dan Taiwan. "Kami pemerintah sudah siap, termasuk dalam hal regulasinya dan ini komitmen kepada lingkungan," katanya.

Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara mengaku telah mengembangkan EBT dan terus mendorong kontribusinya setiap tahun agar bertambah.

Saat ini, dari kapasitas sebesar 14 ribu Mega Watt (MW), kontribusi EBT masih sangat kecil, yakni 1.250 MW. Namun, pemanfaatannya terus dikembangkan, salah satunya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru dengan kapasitas 510 MW, dan pengembangan PLTS Terapung di Waduk Cirata.

"PJB juga telah melakukan inisiasi-inisiasi dengan melakukan uji coba co-firing di PLTU Paiton, yaitu menggantikan sebagian batu bara dengan wood palet, yang saat ini telah diujicoba secara bertahap sampai dengan volume 3 persen dari target 5 persen," tutur Iwan.

Selain itu, sambung dia, PJB juga sedang menyiapkan kajian dan uji coba untuk PLTU tipe CFB di Sumatera, di mana co-firing bisa sampai 30 persen dengan menggunakan cangkang sawit atau biomass lainnya.
[Gambas:Video CNN]


(Antara/bir)