"Nanti Senin (18/11) ada lagi figur yang bagus lagi. Tunggu Senin besok," kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).
Kendati demikian, mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu enggan memberi 'bocoran' siapa dan bagaimana latar belakang tokoh yang akan dipanggilnya setelah Ahok. Awak media sempat memastikan apakah sosok itu merupakan politikus atau bukan, namun ia tetap tidak memberi kepastian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erick pun sempat berceloteh bahwa pemanggilan tokoh-tokoh yang akan menduduki kursi bos BUMN mungkin saja dilakukan sampai tahun depan. Pemanggilan akan dilakukan berdasarkan kebutuhan.
"Mungkin sampai tahun depan, kan ada 142 BUMN. Kalau ada 142 BUMN dibagi 365 hari (dalam setahun), berarti setiap tiga hari ada yang dipanggil," celetuknya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Erick menyatakan sengaja memberi tawaran kursi petinggi BUMN kepada Ahok karena ia merupakan sosok pendobrak yang dibutuhkan untuk memimpin perusahaan negara. Erick sendiri menyebut bahwa Ahok siap menerima tawarannya itu.
Namun, sampai saat ini Erick masih belum ingin memberi kepastian sekiranya Ahok akan duduk di pucuk pimpinan perusahaan mana. Ia mengatakan kepastian itu akan diberikan pada awal Desember nanti.