Usai Ahok, Erick Thohir Akan Panggil Tokoh Lain Jadi Bos BUMN

CNN Indonesia | Kamis, 14/11/2019 19:06 WIB
Usai Ahok, Erick Thohir Akan Panggil Tokoh Lain Jadi Bos BUMN Menteri BUMN Erick Thohir. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan memanggil sejumlah tokoh untuk menawarkan kursi petinggi perusahaan pelat merah pada pekan depan, Senin (18/11). Pemanggilan dilakukan usai menawari kursi bos BUMN ke mantan gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Rabu (13/11) kemarin.

"Nanti Senin (18/11) ada lagi figur yang bagus lagi. Tunggu Senin besok," kata Erick di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/11).

Kendati demikian, mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu enggan memberi 'bocoran' siapa dan bagaimana latar belakang tokoh yang akan dipanggilnya setelah Ahok. Awak media sempat memastikan apakah sosok itu merupakan politikus atau bukan, namun ia tetap tidak memberi kepastian.


"Tapi juru bicara (Kementerian BUMN) kan sudah bicara, semua yang terlibat di BUMN, apakah komisaris dan direksi harus bebas (dari jabatan lain). Kalau memang orang partai, harus mengundurkan diri, staf khusus BUMN juga sudah melakukan itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Erick mengatakan pemanggilan para tokoh untuk menduduki kursi bos BUMN tidak akan berhenti sampai Ahok karena kementerian membutuhkan banyak figur baru untuk membangun perusahaan negara. Apalagi, jumlah BUMN mencapai 142 perusahaan.

"Karena tidak mungkin menteri dan wakil menteri mengawasi kegiatan masing-masing BUMN setiap hari. Makanya, kami perlu banyak figur yang bagus," tuturnya.

Erick pun sempat berceloteh bahwa pemanggilan tokoh-tokoh yang akan menduduki kursi bos BUMN mungkin saja dilakukan sampai tahun depan. Pemanggilan akan dilakukan berdasarkan kebutuhan.

"Mungkin sampai tahun depan, kan ada 142 BUMN. Kalau ada 142 BUMN dibagi 365 hari (dalam setahun), berarti setiap tiga hari ada yang dipanggil," celetuknya.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Erick menyatakan sengaja memberi tawaran kursi petinggi BUMN kepada Ahok karena ia merupakan sosok pendobrak yang dibutuhkan untuk memimpin perusahaan negara. Erick sendiri menyebut bahwa Ahok siap menerima tawarannya itu.

Namun, sampai saat ini Erick masih belum ingin memberi kepastian sekiranya Ahok akan duduk di pucuk pimpinan perusahaan mana. Ia mengatakan kepastian itu akan diberikan pada awal Desember nanti.
(uli/sfr)