Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan Kejagung sudah mulai melakukan investigasi terkait dugaan curang tersebut di Jiwasraya. Namun, ia tidak menyebut secara pasti pihak-pihak mana saja yang dicurigai melakukan kecurangan.
"Setelah laporan keuangan kami bedah, ternyata ada hal-hal yang dulu tidak dibuka secara transparan, misalnya kondisi aset dan cadangan," ujar Kartika, Kamis (15/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Jiwasraya telah membentuk anak usaha bernama Jiwasraya Putra untuk membantu keuangan sang induk. Hanya saja, Kartika menyebut hal itu tak cukup memperbaiki keuangan Jiwasraya sepenuhnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan tak ingin terburu-buru memberikan suntikan dana atau mengubah struktur direksi Jiwasraya di tengah persoalan keuangan perusahaan saat ini. Ia mengaku akan mengkaji lebih dalam permasalahan di tubuh Jiwasraya.
"Karena memang penyelesaian Jiwasraya itu harus dijalankan secara bersamaan, tidak bisa hanya sekadar merombak direksi komisaris, atau misalnya menyuntikkan uang, tapi kan ke depannya sendiri seperti apa? Tidak bisa kita mikir hanya satu titik," terang Erick.
Terkait anak usaha yang dibentuk Jiwasraya, perusahaan menggandeng empat BUMN lain, yakni PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pegadaian (Persero), dan PT Telekomunikasi Selular (Persero) atau Telkomsel.
Namun demikian, operasional anak usaha ditargetkan baru dimulai pada Januari 2020 mendatang.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)