Hal ini dilakukan dalam rangka penyehatan keuangan perusahaan dan keseriusan calon investor terhadap Bank Muamalat. Sebagai regulator, yang pasti, OJK membuka kesempatan kepada semua investor, baik lokal, asing, BUMN, dan non-BUMN.
"Siapa pun tidak ada masalah. Investor juga bisa konsorsium. Kami belum tahu berapa yang tertarik," ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kamis (14/11) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lupa, ia melanjutkan bahwa pihaknya juga meminta manajemen Bank Mumalat terus memperbaiki keuangan perusahaan. Selain itu, manajemen juga diharapkan melakukan efisiensi dan menjaga tata kelola yang baik di perusahaan.
Sebagai informasi, kinerja keuangan Bank Muamalat semakin merosot pada semester I 2019. Laba bersih perusahaan anjlok hingga 95,09 persen menjadi Rp5,08 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp103,73 miliar.
Lihat juga:Utang Orang Amerika Tembus US$14 Triliun |
Sementara, rasio kecukupan modal atau kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) Bank Mumalat juga turun dari 15,92 persen pada semester I 2018 menjadi 12,01 persen tahun ini.
Rasio pembiayaan bermasalah (nonperforming finance/NPF) gross juga melambung dari 1,65 persen menjadi 5,41 persen. Kemudian, NPF net tercatat naik menjadi 4,53 persen dari 0,88 persen.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)